Tasikmalaya, MNP.com – Pasca hangatnya terjadi gempa bumi di Cianjur Jawa Barat, Yayasan Sahabat Amal Peduli Sesama Tasikmalaya atau Yayasan Sapa langsung terjun lokasi membantu para korban.
Ketua Umum Yayasan Sapa Tasikmalaya Asep Saripudin menceritakan, keterlibatan membantu korban, berawal merespon informasi dari teman relawan yang ada di Jawa Barat, bahwa 21 November 2022 sekitar pukul 15.00 Wib terjadi gempa bumi di Kabupaten Cianjur.
Setelah mendapat infomasi itu, lalu tim dari Tasikmalaya langsung meluncur ke lokasi gempa bumi Cianjur, bersama Relawan Ambulance dan yang lainnya yakni dari Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tiba jam 19.00 Wib, langsung melihat sekaligus membantu korban korban gempa,” ujar Asep Saripudin di Kantor Sekretariatnya di Jalan Cipanas Galunggung Kab Tasikmalaya, Selasa (6/12/2022).
Tak hanya itu, Yayasan Sapa juga mendirikan posko logistik sederhana, namun sekarang menjadi posko utama para pengungsi yang berlokasi di Taman Prawatasari atau Taman Joglo Cianjur.
Asep menyebut, semua korban yang rumahnya terkena gempa diberi garis polisi dan di evakuasi ke Taman Prawatasari dengan total keseluruhan 1300 -1400 orang pengungsi.
“Kami tim ambulance membantu evakuasi para korban gempa yang tertimpa reruntuhan bangunan dan mengangkut korban yang ada disekitar lokasi, baik yang luka ringan ataupun meninggal dunia,” jelas Asep.
Lanjutnya, selama tiga hari tim ambulance stanby di posko tim SAR yang sedang mencari para korban yang tertimbun reruntuhan rumah dan juga longsor di daerah Cugenang, dengan total yang kita evakuasi sebanyak 70 orang.
“Masing masing luka ringan dan luka berat serta meninggal dunia. Sampai saat ini tim Yayasan Sapa masih berada di lokasi pengungsian,” tambahnya lagi.
Asep mengatkan, saat pas terjadi gempa, suasana gelap dan genting, Yayasan Sapa mendirikan dapur hangat, sebab saat itu para pengungsi ada yang belum makan sama sekali ataupun baru makan satu kali.
“Dimalam harinya dengan menyediakan seperti mie instan, susu, kopi, roti dan lain sebagainya yang bentuknya makanan ringan atau siap saji,” kata Asep.
Posko Yayasan Sapa, menampung bantuan dari mitra dan teman komunitas lainnya, yang datang ke lokasi gempa Cianjur, yang belum ada tujuan kemana, penyaluran ditampung.
“Kami bekerja sama dengan Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) daru Sukabumi, Sajiwa Foundation, Kantong Doraemon Jakarta serta dengan lembaga lainnya untuk bekerja sama membantu dan menyalurkan bantuan berupa logistik di wilayah yang terdampak gempa,” terangnya.
Selain itu, Yayasan SAPA juga dibantu mitra Kitabisa.com untuk menyalurkan bantuan dari Habib Husein Ja’far Al-Hadar dan influencer lainnya dalam rangka membantu meringankan korban bencana di kabupaten Cianjur.
“Kebetulan untuk bencana gempa bumi ataupun bencana yang semua ketahui bersama bersekala nasional, yang memakan korban meninggal itu sangat banyak,” katanya.
Asep menambahkan, Yayasan Sapa baru pertama kali terjun ke bencana gempa bumi dan kali ini betul betul nekat datang ke Cianjur, karena pada prinsipnya apapun yang bisa bantu, akan dilaksanakan dalam rangka kepedulian terhadap kemanusiaan.
“Sebenarnya Yayasan SAPA pernah membantu bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Garut dengan memberikan logistik. Kalau turun secara langsung kita baru kali ini, gempa bumi di Kabupaten Cianjur,” sebutnya.
Sebagai informasi, Yayasan Sapa sebenarnya lebih aktif di advokasi kesehatan ataupun pendampingan kesehatan, khususnya warga yang tidak mampu untuk melanjutkan pengobatan ke tingkat Provinsi dan Nasional.
Per tanggal 3-4 Desember 2022, rekan rekan Yayasan Sapa masih melakukan kegiatan seperti biasa, bahkan sedang mendirikan tenda pengungsian di Kampung Cikadal.
“Karena memang disana kurang lebih ada 300 orang pengungsi dalam 1 tenda ukuran 5×8 m di dalam satu tempat,” ungkap Asep.
Dirinya berharap, Yayasan Sapa kedepannya bisa lebih maksimal lagi dalam membantu korban bencana, dan membantu saudara sesama yang ada di Cianjur.
Adapun, yang sudah Yayasan Sapa salurkan bersama seluruh mitra yang tadi disebutkan ada di 30 titik yang skala pengungsinya lumayan banyak, kisaran 80 sampai 300 orang pengungsi dalam satu tempat.
“Selain itu bantuan juga disalurkan diarea posko utama pengungsi di taman Prawatasari baik pengungsi yang meminta langsung ataupun relawan kami yang menyalurkan ke tiap tenda pengungsi, terutama kebutuhan balita,” tutupnya. (Wk).
![]()









Tinggalkan Balasan