Tasikmalaya, MNP – Sejumlah lembaga masyarakat melakukan diskusi di salah satu perumahan Bumi Resik Panglayungan Kota Tasikmalaya, Kamis (27/04).
Pertemuan tersebut untuk menyikapi permasalahan bahaya banjir yang bisa datang kapan saja, khususnya di beberapa sungai di kota Tasikmalaya.
Nampak hadir LSM Penjara, LPPKS BKPRMI PUSAT, juga Forum Panglayungan Bersatu yang terkena dampak banjir tahun lalu beserta Karang Taruna Kelurahan Panglayungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Deden perwakilan LSM Penjara mengatakan, berlarutnya keresahan warga korban yang dinilai tidak ditanggapi oleh Gubernur Jabar, Menteri PUPR dan Presiden akhirnya membuat lembaganya turut ikut bersimpati dalam menyuarakan masalah serius ini.
“Hemat kami hasil dari analisa gabungan organisasi di kota Tasikmalaya pangkal masalahnya ada di hulu sungai, sebab warga simpang lima ini korban akhir dari tidak stabilnya ekosistem alam yang tidak seimbang,” kata Deden.
Menurutnya, itu akibat lalainya pengawasan Menteri Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Jabar, kota dan kabupaten Tasikmalaya serta Perhutani.
“Karena kalau semua jujur dan bekerja secara maksimal semua tidak akan terjadi,” tegas Deden.
Ditempat sama, Heryanto RusdiansahL dari PPKS BKPRMI PUSAT menambahkan, bahwa untuk permasalahan terkait sungai, semua pihak harus bisa duduk bersama untuk mencari solusi dan penanganan akar masalahnya.
Hal itu terang Heryanto, harus segera dilakukan jangan sampai menunggu hal buruk seperti banjir itu sendiri terjadi. Karena warga masyarakat yang berada di bantaran sungai dihantui rasa cemas saat hujan mengguyur Kota Tasikmalaya.
“Selain itu, kami juga meminta nantinya untuk disaksikan oleh aparat penegak hukum, mulai dari Kapolda, Kajati Kapolres dan Kajari,” pungkasnya. (Lex).
![]()










Tinggalkan Balasan