Balita di Kota Tasik Meninggal Akibat Gagal Ginjal, Kadinkes: Bukan Akibat Obat Sirup

Senin, 31 Oktober 2022 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Seorang anak berusia 11 bulan di Kota Tasikmalaya dilaporkan meninggal dunia akibat gangguan ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) saat menjalani perawatan di RSUD dr Soekardjo, Sabtu (29/10/2022).

Balita yang merupakan warga Cipedes ini, selain gagal ginjal akut anak tersebut memiliki penyakit bawaan lainnya. Kejadian ini merupakan kasus pertama terjadi di Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, mengatakan, pasien itu dilaporkan awalnya berobat ke Puskesmas Cipedes Rabu (26/10/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu, pasien kembali pulang untuk menjalani rawat jalan. Namun, pada Jumat (28/10/2022), pasien kembali dibawa ke Puskesmas Cipedes.

“Karena gejalanya mengarah kepada kasus gagal ginjal akut, keesokan harinya tim Puskesmas mendatangi rumah korban. Kemudian korban dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Gejala spesifik yang terjadi pada korban adalah tidak berkemih selama 2 hari,” jelas Uus, Senin (31/10/2022).

Pihak Dinas Kesehatan kemudian merencanakan untuk merujuk korban ke RS Hasan Sadikin Bandung, namun sempat ada penolakan dari orang tua korban.

“Setelah diberi penjelasan, keluarga korban bersedia dirujuk ke RSHS, tapi sayang korban semakin kritis dan meninggal dunia,” kata Uus.

Dinas Kesehatan sempat hendak membawa korban ke RSHS, tapi korban meninggal dunia.

“Setelah kejadian itu kami melakukan rapat tim medis, merujuk kepada hasil pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik dan lainnya akhirnya disimpulkan anak ini probable gagal ginjal akut,” ujarnya.

Uus mengaku, dirinya langsung memimpin tim untuk melakukan penyelidikan atas kejadian kasus ini.

“Salah satu kesimpulannya adalah kejadian ini tidak bisa diasumsikan karena pemakaian obat sirup. Karena setelah diperiksa korban mengkonsumsi obat-obatan yang telah dinyatakan aman oleh Kemenkes,” paparnya.

Atas kejadian tersebut Uus mengimbau agar para orang tua lebih waspada, ketika anaknya demam apalagi disertai gangguan berkemih.

“Harus waspada kalau anak demam, apalagi kalau ada gangguan berkemih, tidak pipis. Itu harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, jangan ragu, jangan memberi obat sendiri,” kata Uus. (Sn)

Loading

Berita Terkait

Prestasi Gemilang, SMK Bina Siswa Mandiri Limbangan Raih Juara di FLS2N Garut
Pemkab Garut Matangkan Aplikasi Sagarut, Wujudkan Transparansi Pelayanan
Gagal Kabur, Spesialis Pencuri Pick Up di Garut Diamankan Polisi Usai Dihakimi Warga
Dibawah Komando Fiona Callaghan, Seribu Pekerja Parekraf Tasikmalaya Menyerbu Monas
Tingkatkan Derajat Kesehatan, Mahasiswa Unsil Inisiasi Program “Segar Lansia” di Kelurahan Cibeuti
Seribu Buruh Parekraf Tasikmalaya Bergerak ke Monas, Bawa Semangat Solidaritas May Day
Pemkot Tasikmalaya Gelar Silaturahmi Ulama dan Umaro, Selaraskan Visi Membangun Kota
Penasehat Hukum Bongkar Dugaan Cacat Prosedur, Sidang Kasus Kematian Anak J Kian Memanas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:00 WIB

Prestasi Gemilang, SMK Bina Siswa Mandiri Limbangan Raih Juara di FLS2N Garut

Kamis, 30 April 2026 - 20:45 WIB

Pemkab Garut Matangkan Aplikasi Sagarut, Wujudkan Transparansi Pelayanan

Kamis, 30 April 2026 - 20:35 WIB

Gagal Kabur, Spesialis Pencuri Pick Up di Garut Diamankan Polisi Usai Dihakimi Warga

Kamis, 30 April 2026 - 18:58 WIB

Dibawah Komando Fiona Callaghan, Seribu Pekerja Parekraf Tasikmalaya Menyerbu Monas

Kamis, 30 April 2026 - 18:17 WIB

Tingkatkan Derajat Kesehatan, Mahasiswa Unsil Inisiasi Program “Segar Lansia” di Kelurahan Cibeuti

Berita Terbaru