Bahas SPP, Musyawarah SMAN 1 Tinada dengan Orang Tua Murid Hasilkan Kesepakatan 

Kamis, 9 Maret 2023 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Rapat musyawarah SMAN 1 Tinada bersama para orang tua murid terkait  solusi sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) berjalan lancar, Kamis (08/03).

Nampak hadir Kepala SMAN 1 Tinada, Polmas Babinkabtimmas Tinada mewakili Polsek Sukaramai, Babinsa  Koramil 02-06 Sukaramai, komite sekolah dan para orang tua murid.

Dalam arahannya Babinsa Koramil 02-06 Sukaramai SM Sihaloho mengatakan, rapat musyawarah ini diharapkan  membawakan hasil yang optimal demi kemajuan dan keberlangsungan sekolah.

Dirinya mengimbau kepada seluruh orang tua murid agar jangan memberikan informasi yang tidak benar pada pihak lain tentang program dan kegiatan di sekolah.

“Semoga kedepan SMAN 1 Tinada ini semakin maju, demi anak didik yang berada dalam lingkungan sekolah, ” ujar SM Sihaloho.

Senada, Babinkabtimmas Polsek Sukaramai Surya mengajak tamu rapat yang hadir saling memberikan masukan yang positif demi kemajuan sekolah.

“Saya juga meminta orang tua murid agar anak didik jangan membawa kendaraan, apalagi memakai knalpot bising. Bila perlu lebih baik kita antar saja ke sakolah,” pinta Surya.

Sementara itu, Asmi Malini Kepala SMAN 1 Tinada dalam sambutanya berharap semua orang tua semuanya hadir, meskipun yang datang belum maksimal.

Meski demikian, dalam undangan juga dibuatkan, bila ada para orang tua yang tidak dapat hadir karena ada halangan agar memberikan kembali surat bukti bahwa pihak orang tua yang tidak hadir setuju dalam hal atas apapun kesepakatan sekolah bersama komite dan para orang tua murid.

“Bagi yang tidak hadir, sudah dianggap setuju atas keputusan rapat dimaksud memberikan perhatian kepada kemajuan dan segala program dari sekolah SMA N 1 Tinada,” ungkap Asmi.

Dalam laporan, sampai kemarin bahwa untuk menanggulangi kekurangan pendanaan pendidikan yang ada di tenaga honor kita cuma ditanggung 4 orang dan dari jam pelajaran yang tahun kemarin ada sekitar 246 jam dan sudah ditanggung Dinas Provinsi Sumatera Utara sekitar 149 jam dan sisa 108 jam yang belum ditanggulangi provinsi.

“Akhirnya para orang tua dan pihak sekolah sepakat untuk tetap sepakat menanggulangi kekurangan jam kerja antara 108 jam tersebut dibagi dari jumlah siswa dari 240 siswa menjadi SPP Rp 40,500/bulan per siswa dari dinas provinsi,” ungkap Kepsek.

“Lalu, dari kekurangan dimaksud, disepakati pengutipan SPP demi menanggulangi kekurangan anggaran bagi tenaga non PNS dimaksud,” tambahnya.

Asni juga mengatakan, bahwa tentang kebutuhan kekurangan pendanaan pendidikan dimaksud juga telah diatur ole, PP 48 tahun 2008 pasal 51 dan juga di bagian bab  4 huruf e pihak orang tua dapat memberikan bantuan kebutuhan sekolah menanggulangi kekurangan pendanaan penyelengaraan pendidikan.

“Semoga sekolah kita ini kedepan kita mendapat akreditasi A semakin banyak peluang kita mendapat hal hal kemajuan sekolah,” tandasnya.

Menjawab dasar PP 48 tahun 2008 pasal 51 dan Dana BOS Permendikbud no 63 tahun 20222

Kepsek SMAN 1 Tinada pada bulan Oktober 2022 lalu, sudah ditanggung GTT dr Provinsi Sumut dan tidak lagi dapat menerima honor dari dana bos. Guru PNS dapat jatah pelajaran tambahan.

Lebih sekitar kekurangan pendanaan pelajaran di SMA Tinada sekitar 108 jam dikali Rp. 90 000, jadi ada kekurangan dana kisaran Rp 972.000, itupun sesuai surat yang baru bulan kemarin dari propinsi Sumut.

“MUPTK tidak bisa gajinya dobel dan ini berlaku mulai Januari tahun ini ,(2023) dan bila bulan kemarin sudah terlanjur sudah membayarkan SPP sebesar Rp 60.000/siswa akan kita pulangkan kembali kepada siswa,” tutup Asmi. (Benny S).

Loading

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB