BARITO TIMUR, MNP – Umat Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah menggelar Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita, Minggu (14/6/2026).
Perayaan ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan penerimaan Komuni Pertama bagi anak-anak dari seluruh wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah.
Mengusung sabda Tuhan dalam Injil Yohanes 6:50, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jika seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya,” umat diajak untuk semakin menghayati makna kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi sebagai sumber kehidupan dan keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah, RD Yusep Septum Burman, MSF, yang dalam homilinya menegaskan pentingnya Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman umat Katolik.
Ia mengajak seluruh umat, khususnya anak-anak yang menerima Komuni Pertama, untuk senantiasa memelihara hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa, perayaan Ekaristi, dan perbuatan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Komuni Pertama bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal untuk semakin dekat dan bersatu dengan Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi,” ujar Pastor Yusep di hadapan umat.
Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti jalannya perayaan. Anak-anak yang telah mempersiapkan diri melalui pembinaan iman menerima Tubuh Kristus untuk pertama kalinya, disaksikan oleh orang tua, keluarga, para katekis, dan seluruh umat yang hadir.
Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini menjadi momentum penting bagi umat Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah untuk memperteguh iman akan kehadiran nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi, sekaligus mempererat persaudaraan dalam kehidupan menggereja.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama anak-anak penerima Komuni Pertama, keluarga, serta para pelayan gereja sebagai ungkapan syukur atas rahmat yang telah diterima.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan