Aksi PMII, Rapor Merah Seratus Hari Kerja PJ Wali Kota Tasikmalaya

Senin, 13 Maret 2023 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Aksi massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) warnai Musrenbang RKPD tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2024 di Hotel Grand Metro, Senin (13/03).

Aksi ini untuk mengevaluasi 100 hari kinerja PJ Wali Kota Cheka Virgowansyah memimpin yang dilabeli rapot merah dan kurang memuaskan.

Dalam orasinya, sejumlah poin pernyataan sikap dilayangkan PMII Kota Tasikmalaya kepada Cheka Virgowansyah.

Heru Muchtar Korlap aksi menyampaikan, salah satu tuntutan mahasiswa adalah terkait dengan tindakan resevtifitas yang di lakukan oleh para penegak hukum.

“Selain itu, juga kondisi pencemaran lingkungan di sudut sudut Kota yang dianggap telah tercemar saat hujan turun, juga terkait perekonomian di kota Tasikmalaya,” jelas Heru.

Dia menyebut, aksi PMII juga menyoal kemiskinan di kota Tasikmalaya yang saat ini memiliki predikat ke tiga di Jawa Barat sebagai kota termiskin.

“Lalu, jika berbicara pendidikan, hari ini sistem pendidikan di kota Tasikmalaya carut marut, sering terjadinya komersialisasi terhadap peserta didik,” tegasnya.

Heru pun menyinggung terkait pembangunan di Kota Tasikmalaya yang dianggap tidak sesuai dengan RDTR dan RTRW yang sudah ditetapkan oleh peraturan Kota Tasikmalaya yang akhirnya berdampak pada pencemaran.

PMII menyindir tentang perekonomian di Kota Tasikmalaya yang katanya  merupakan pusat perekonomian dan perindustrian di wilayah Priangan Timur.

“Tapi faktanya, potensi yang dimiliki tidak berdampak terhadap perekonomian di Kota Tasikmalaya,” tukasnya.

Situasi aksi berjalan damai, namun tiba-tiba terjadi kericuhan di depan salah satu Hotel di Jl. HZ Mustofa, karena massa aksi menuntut untuk bertemu PJ Wali Mota yang sedang melaksanakan Musrenbang RKPD tingkat Kota Tasikmalaya 2024.

Masa akhirnya berangkat ke balekota lantaran PJ Wali Kota menjanjikan akan menemui para peserta aksi di kantornya, namun tetap saja tidak adanya kesepakatan.

Akhirnya, mahasiswa harus membubarkan diri dengan rasa kecewa seraya memberikan kartu kuning terhadap kinerja PJ Wali Kota Cheka Virgowansyah. (Lex)

Loading

Berita Terkait

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:11 WIB

Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB