Tasikmalaya, MNP – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang digelar pada Sabtu, 19 April 2025, menyita perhatian publik.
Ya, setelah hasil sementara dari quick count menunjukkan keunggulan pasangan calon nomor urut 02, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi.
Berdasarkan data dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia, pasangan Cecep–Asep meraih 53,91% suara, unggul cukup signifikan dari pesaing-pesaing mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PSU ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, setelah ditemukan sejumlah pelanggaran dalam pilkada sebelumnya.
Pelaksanaan PSU berlangsung relatif lancar dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan, Bawaslu, dan pihak penyelenggara pemilu.
Meski hasil quick count menunjukkan keunggulan pasangan Cecep–Asep, dinamika politik belum sepenuhnya mereda.
Pasangan calon nomor urut 03, Ai Diantani dan Iip Miftahul Paoz, yang merupakan pesaing utama dalam PSU kali ini, mengklaim bahwa perhitungan internal tim mereka menunjukkan hasil berbeda.
Menurut tim sukses Ai–Iip, mereka justru unggul di beberapa TPS kunci dan optimis akan keluar sebagai pemenang setelah hasil resmi diumumkan oleh KPU.
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, melalui pernyataan resminya, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan quick count secara resmi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil perhitungan suara resmi yang dapat dipantau melalui aplikasi Sirekap. Menurutnya, hanya hasil resmi yang diumumkan oleh KPU yang memiliki kekuatan hukum.
Situasi saling klaim kemenangan ini pun menjadi sorotan publik dan media. Meski demikian, hingga saat ini, suasana di lapangan tetap kondusif tanpa ada gejolak yang signifikan.
Aparat keamanan telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi potensi kerawanan.
Pengamat politik menilai bahwa keunggulan Cecep–Asep dalam quick count bisa menjadi indikator arah suara publik, meskipun bukan jaminan kemenangan akhir.
Mereka mengingatkan bahwa quick count bukanlah hasil final, dan selisih suara yang ketat masih memungkinkan perubahan saat perhitungan resmi dilakukan.
PSU Pilkada Kabupaten Tasikmalaya kali ini menjadi sorotan bukan hanya karena latar belakang pemungutan ulang, tetapi juga karena menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan antar pasangan calon.
Masing-masing tim kini menantikan hasil final dari KPU dengan penuh ketegangan, sambil terus menjaga komunikasi dengan para pendukungnya.
Dengan hasil quick count yang menunjukkan keunggulan sementara pasangan Cecep–Asep dan klaim kemenangan dari kubu Ai–Iip, publik Kabupaten Tasikmalaya kini menunggu hasil resmi KPU yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Semua pihak diimbau untuk tetap menghormati proses demokrasi dan menahan diri dari klaim yang belum terverifikasi secara resmi.
![]()
Penulis : Redaksi









Tinggalkan Balasan