Pemerintah Tutup Mata? Jalan Penghubung Desa Natam-Desa Buluhtelang Rusak parah

Selasa, 24 Januari 2023 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor berkembangnya suatu daerah. Pasalnya, dengan akses yang mulus, salah satunya akan berdampak pada berputarnya roda perekonomian.

Namun tidak dengan masyarakat yang setiap hari melintasi jalan penghubung antar desa Natam kecamatan Kerajaan – Desa Buluhtelang kecamatan Tinada kabupaten Pakpak Bharat. Kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan.

Tak heran, dengan kondisi jalan yang dinilai rusak berat tersebut, dikeluhan  oleh masyarakat setempat, terutama para penggunaan kendaraan.

Menurut warga, jalan tersebut adalah akses vital yang menghubungkan diantara dua desa dan dua Kecamatan yang berbeda. Sebab, setiap hari masyarakat pengguna sering melewati jalan tersebut untuk kebutuhan administrasi pemerintahan dan keperluan yang lainnya.

“Kerusakan jalan ini sudah lama, namun sampai saat berita ini diturunkan belum ada tanda untuk diperbaiki. Warga berharap pemerintah Pakpak Bharat melalui Dinas PU bidang jalan dan jembatan dapat memberi perhatian serius terhadap kerusakan jalan,” kata warga yang enggan namanya disebutkan, Selasa (25/01).

Selain itu terang warga, jalan tersebut juga merupakan akses alternatif bilamana suatu waktu jalan utama menuju dan ke ibukota kabupaten mengalami kendala atau terjadi longsor.

“Jalan penghubung inilah yang sering dimanfaatkan sebagai jalan alternatif untuk dilalui dari dan ke ibukota kabupaten PakPak Bharat Salak,” terang warga.

Hasil pantawan awak media ini, beberapa hari yang lalu kondisi jalan tersebut memang sangat memprihatinkan dan kerusakannya tergolong parah.

Lantaran itu, jika hendak melewati jalan tersebut harus extra hati hati apalagi di sekitar jembatan penghubung di dua desa yang dimaksud kerusakannya sangat parah.

Bila salah sedikit saja, pengendara akan jatuh dan sisi kiri jalan juga adalah jurang yang dialiri oleh sungai yang sangat deras yaitu sungai Kombih. (Lae Kombih/BS).

Loading

Berita Terkait

Transisi PPPK Dinilai Diskriminatif, Persatuan Tenaga Teknis Garut Pertanyakan Pembagian Cluster
Sukses Gelar FSLDKD ke-15, FSLDK Aceh Siap Jadi Wadah Pergerakan Dakwah Kampus yang Unggul
Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Bereaksi Keras: Jangan Terulang Lagi
Berawal dari Pemeriksaan di Bakauheni, Polisi Bongkar Kepemilikan Senpi AR-15 dan Glock
Ribuan Warga Ikuti Senam Massal HUT PT Desa Sarana Mutiara ke -21
Desakan Tokoh Adat Menggema! Akhirnya Dua Peladang Hayaping Yadi dan Subarno Dibebaskan
TERBONGKAR! Cetak Sawah Rakyat di Luwu Utara Diduga Janggal, Petani Hanya Terima Rp 11 Juta/Hektare
Sekdis Dishub Garut Monitoring ke UPTD Wilayah VIII Malangbong, Tekankan Disiplin Kerja dan Pelayanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Transisi PPPK Dinilai Diskriminatif, Persatuan Tenaga Teknis Garut Pertanyakan Pembagian Cluster

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Sukses Gelar FSLDKD ke-15, FSLDK Aceh Siap Jadi Wadah Pergerakan Dakwah Kampus yang Unggul

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Bereaksi Keras: Jangan Terulang Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Berawal dari Pemeriksaan di Bakauheni, Polisi Bongkar Kepemilikan Senpi AR-15 dan Glock

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Ribuan Warga Ikuti Senam Massal HUT PT Desa Sarana Mutiara ke -21

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ribuan Warga Ikuti Senam Massal HUT PT Desa Sarana Mutiara ke -21

Senin, 5 Okt 2026 - 19:21 WIB