Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Nestapa yang dialami oleh Amin, warga RT 003/009 Kp. Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong-Kabupaten Bogor, ini sangat miris di tengah berseliwerannya beragam program RTLH hingga Bedah Rumah, dari Anggaran Negara.

Ia tinggal di rumah beratap bolong di sebagian besar atap rumahnya itu, riskan mendadak ambruk. Amin ini juga dikabarkan sering alami kelaparan, karena dirinya tidak punya bahan makanan. Hal tersebut ditemukan Tim Media Kami, pada Jumat (30/10/2026) kemarin.

Pria yang hidup sebatang kara ini menggantungkan hidup dari penghasilan yang tak menentu. Untuk menyambung hidupnya, Amin mengandalkan upah dari pekerjaannya sebagai penggali kubur.

Dengan pekerjaannya itu, yang tentunya tak selalu ada tiap hari, sedangkan dirinya perlu makan tiap hari, itu membuat dirinya kerap mengalami betapa sulitnya mendapat bahan pangan, untuk nyambung kehidupannya.

“Saya sudah lama hidup sebatangkara, dan untuk bertahan hidup, kini saya hanya mengandalkan ini, dari pekerjaan menggali kuburan ini, itu pun kalau ada. Dan untuk sekedar makan saja, saya sering sehari makan, seharinya lagi puasa karena tidak, ada yang bisa dimakan, begitu aja terus selama ini, Pak” ungkap Amin.

Kondisi yang dialaminya, dibenarkan oleh Anggota BPD Desa Ciadeg, Ujang yang berharap instansi terkait di Pemkab Bogor, Provinsi Jawa Barat dan Pusat atau dermawan segera membuka mata dan telinga untuk menyisihkan sedikit rizki menyalurkan bantuan.

“Kondisi ekonomi Beliau (pak Amin : red) memang memprihatinkan itu, Pak. Kami tidak bisa berbuat banyak terus membantu, dari itulah Kami berharap pada pemerintah, daerah maupun di pusat, segera tergerak nuraninya, turun tangan memberi bantuan yang dibutuhkan Beliau,” ujar Ujang.

Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu, menyampaikan bahwa. Fihak pemerintah desa telah meninjau kondisi Amin, sekitar dua bulan lalu serta menyalurkan bantuan awal mereka.

“Pihak desa mah sudah meninjau lokasi sekitar dua bulan yang lalu dan memberikan bantuan berupa kompor disertai penanak nasinya,” kata Wahyu.

Meski demikian, bantuan peralatan rumah tangga tersebut, belum mampu menyelesaikan persoalan utama yang kini dihadapi Amin, yakni ketersediaan bahan pangan hariannya, serta perbaikan fisik dari bangunan rumahnya tadi, itu masih membutuhkan penanganan yang serius.

Berkaca kepemimpinan Umar bin Khattab, kisah Amin ini menjadi cermin, bagi para pemimpin kita saat ini, agar bagaimana caranya, meneladani Leadership dari Khalifah Umar bin Khattab (RA) itu dengan mengadopsi atau meniru gaya memimpinnya, demi pengabdiannya kepada rakyat yang dipimpinnya.

Dalam hikayat Islam tadi, Umar bin Khattab pernah memanggul sendiri satu karung gandum di balik punggungnya sendiri di suatu malam, dan semua itu dilakukannya untuk diantarkannya, ke rumah janda tua yang miskin, serta anak-anaknya yang diketahuinya kelaparan.

Saat Aslam (Ajudannya), menawarkan dirinya buat membawakan karung itu, Umar malah menjawab dengan tegas seperti ini.

“Apakah Engkau juga akan memikul dosaku di Hari Qiamat kelak ? Lalu, bagaimana Aku ini akan mempertanggung jawab kannya di hadapan Alloh SWT, jika ada Rakyat Ku yang kelaparan, di masa kepemimpinan Ku ini ?”

Umar pun tak menunggu laporan, tidak menunggu proposal, Ia telah datang berkinjung sendiri, setiap sempat berkeliling untuk bisa mengetahui kondisi Rakyat yang dipimpinnya di seluruh wilayahnya itu.

Ia memanggulnya sendiri guna memastikan, bahan makanan tersebut dapat sampai dan diterima oleh rakyatnya, yang diketahui nya tengah kelaparan itu, menjadi kenyang malam itu juga.

Tetapi kini, di Ciadeg, ada Amin yang sehari makan sehari tidak, kadang juga bisa berhari-hari tak bisa makan karena tak punya makanan untuk dimakan.

Bahkan, tempat tinggal, di rumah dengan atap rumah yang sudah bolong disana sini. Negara seharusnya tidak membiarkan Rakyatnya, memanggul kelaparan nya tersebut sendirian.

Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan instansi yang terkait lainnya, berita ini diharapkan dapat efektif mengetuk serta mampu menggerakkan segenap mata hati dan nurani yang lagi kekenyangan untuk bisa turun gunung melakukan pengecekan ke lapangan.

Selain itu diharapkan, memverifikasi status Desilnya (kepesertaan di bansos), serta mendaftarkannya program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), maupun program Bedah Rumah, yang selama ini digulirkan.

Sebagai sebuah langkah nyata, hadirnya kebijakan pemerintah berkuasa kini untuk rakyatnya itu, yang benar-benar sudah amat membutuhkan bantuan agar warga yang kondisi sosial serta ekonominya seperti Amin ini, semakin hari semakin terentaskan.

Karena jiwa sosial tinggi yang peduli serta pahami kondisi, mau dan mampu saling menghidupkan, dan memberikan sebuah penghidupan yang lebih layak, bagi warga seperti Amin sang Penggali Kubur di Cigombong ini.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata
Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial
Polsek Mangkubumi Gelar Doa dan Tahlilan Kenang Pengabdian Almarhum H. Efri Priyanto
Oknum Kades di Kecamatan Rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram
Buntut Insiden di Tugu Kujang, Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf ke Insan Pers
Parang Melukai Pria 79 Tahun di Ampah Kota, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Rampung Renovasi Kubah Masjid Miftahul Jannah, Warga RW 11 Cikiara Padukan Edukasi PPA dan Kegiatan Sosial

Berita Terbaru