Asep Endang M Syams: 81 Tahun Merdeka, Perjuangan Melawan Ketimpangan Belum Selesai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semata menjadi perayaan historis, melainkan juga ruang refleksi kritis atas sejauh mana cita-cita kemerdekaan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan berbangsa.

Hal tersebut disampaikan Asep Endang M Syams, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya. Ia menilai, delapan dekade lebih kemerdekaan seharusnya menjadi ukuran kemajuan dalam menghadirkan keadilan sosial, bukan sekadar seremonial tahunan yang kehilangan makna substantif.

“81 tahun Indonesia merdeka dari penjajahan. Namun perjuangan belum selesai karena hari ini kita masih berhadapan dengan ketimpangan struktural, keserakahan, dan dominasi kekuatan ekonomi-politik yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ungkapnya, Senin (17/08).

Ia menegaskan, kemerdekaan tidak boleh dipahami sebatas lepas dari kolonialisme historis, tetapi harus tercermin dalam realitas sosial yang adil dan setara. Tanpa itu, kemerdekaan hanya menjadi narasi formal yang belum sepenuhnya hadir dalam kehidupan warga.

“Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajah, tetapi juga bebas dari segala bentuk penindasan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Asep, tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari sekadar mempertahankan kedaulatan menuju persoalan yang lebih kompleks, seperti ketimpangan ekonomi, kesenjangan akses layanan publik, serta konsentrasi sumber daya yang belum merata.

Ia menilai, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kebijakan dan keberpihakan nyata terhadap kelompok masyarakat yang masih berada dalam posisi rentan, terutama dalam akses pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan pelayanan dasar.

“Jika kemerdekaan tidak menghadirkan keadilan yang dirasakan semua lapisan masyarakat, maka kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar sebagai bangsa,” ujarnya.

Asep juga menekankan bahwa peringatan HUT RI tidak boleh berhenti pada ritual tahunan, melainkan harus menjadi momentum evaluasi kolektif terhadap arah pembangunan nasional agar tetap berada dalam koridor keadilan sosial.

“Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam kebijakan dan tindakan nyata. Jangan sampai kemerdekaan hanya menjadi simbol, sementara ketimpangan masih dirasakan sebagian rakyat,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai energi bersama dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga persatuan, serta mendorong tata kehidupan berbangsa yang lebih adil, inklusif, dan bermartabat.

Dengan demikian, 81 tahun kemerdekaan Indonesia tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah, tetapi juga pengingat bahwa cita-cita kemerdekaan masih harus terus diperjuangkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kecewa! 10 Anggota Dewan Diundang, Tak Satu Pun Hadir di Anniversary ke-22 HIPSI
HUT ke-22 TP-HIPSI, Kang Ade Chandra Tegaskan Pers Harus Bermanfaat dan Tak Menakut-nakuti
Transisi PPPK Dinilai Diskriminatif, Persatuan Tenaga Teknis Garut Pertanyakan Pembagian Cluster
Sukses Gelar FSLDKD ke-15, FSLDK Aceh Siap Jadi Wadah Pergerakan Dakwah Kampus yang Unggul
Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Bereaksi Keras: Jangan Terulang Lagi
Berawal dari Pemeriksaan di Bakauheni, Polisi Bongkar Kepemilikan Senpi AR-15 dan Glock
Ribuan Warga Ikuti Senam Massal HUT PT Desa Sarana Mutiara ke -21
Desakan Tokoh Adat Menggema! Akhirnya Dua Peladang Hayaping Yadi dan Subarno Dibebaskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Kecewa! 10 Anggota Dewan Diundang, Tak Satu Pun Hadir di Anniversary ke-22 HIPSI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:18 WIB

HUT ke-22 TP-HIPSI, Kang Ade Chandra Tegaskan Pers Harus Bermanfaat dan Tak Menakut-nakuti

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Transisi PPPK Dinilai Diskriminatif, Persatuan Tenaga Teknis Garut Pertanyakan Pembagian Cluster

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Sukses Gelar FSLDKD ke-15, FSLDK Aceh Siap Jadi Wadah Pergerakan Dakwah Kampus yang Unggul

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Bereaksi Keras: Jangan Terulang Lagi

Berita Terbaru