Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNPPemandangan jalanan protokol dan lampu merah di beberapa sudut kota Pemalang belakangan ini kian memprihatinkan.

Fenomena pengemis dan pengamen jalanan yang membawa anak balita hingga bayi semakin marak dijumpai.

Guna mengantisipasi eksploitasi anak dan menjaga ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang, menggelar operasi simpatik dan memberikan pengarahan langsung di lapangan.

Sejak pagi hari, petugas menyisir sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi mangkal.

Tidak sedikit dari para penyandang masalah kesejahteraan sosial ini, memanfaatkan kehadiran anak kecil untuk memancing rasa iba para pengguna jalan.

Langkah ini dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi sang anak maupun pengendara yang melintas.

Kepala Satpol PP Pemalang Achmad Hidayat, menyatakan tindakan kali ini mengedepankan pendekatan humanis. Petugas sengaja tidak langsung melakukan penertiban paksa, melainkan mengajak mereka berdialog.

Para orang tua diberikan edukasi mengenai hak-hak anak, bahaya jalanan, serta aturan hukum terkait larangan mengemis menggunakan anak.

“Kami fokus pada pembinaan. Kami beri pengarahan bahwa jalanan bukan tempat bermain atau mencari nafkah bagi anak-anak. Mereka punya hak untuk belajar dan hidup layak,” ujar Hidayat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Kamis (16/7).

Setelah diberikan pengarahan dan pendataan, mereka yang terjaring diarahkan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Satpol PP juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat agar para keluarga ini bisa masuk ke dalam program pemberdayaan ekonomi atau pelatihan keterampilan, sehingga mereka tidak perlu kembali turun ke jalanan.

Terpisah, Seorang pengendara yang melintas dari arah kota Pemalang menuju Comal bernama Sono (45), mengaku prihatin dengan adanya, pengamen di perempatan Traffic light Gandulan membawa anak balita yang merupakan jalur cepat dan kendaraan besar.

“Saya prihatin dan ngeri hanya berjarak beberapa meter atau tepi jalan ada anak balita bermain sementara orangtuanya atau entah bukan orangtuanya melakukan aktifitas mengamen, andaikan balita itu lari ke jalan bagimana?,” ungkapnya dengan nada Prihatin.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal
Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia
Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59 WIB

Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:21 WIB

Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB