Keraton Yogyakarta Tetap Menjadi Magnet Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, MNP – Keraton yang berlokasi di kawasan pusat Kota kecamatan kraton Yogyakarta terus menjadi salah satu destinasi wisata budaya favorit yang selalu dipadati wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, Minggu (21/6/2026).

Menurut keterangan Kusmawan, salah seorang pekerja di kawasan wisata Keraton, kompleks Keraton memiliki luas sekitar 4 hektare dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah serta budaya Jawa.

“Untuk tiket masuk, wisatawan lokal dikenakan tarif sekitar Rp15000 sedangkan wisatawan mancanegara Rp25.000. Pendapatan dari sektor wisata ini masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari pendapatan yang dikelola pemerintah daerah serta pihak Keraton,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Keraton Yogyakarta memiliki sejumlah aturan dan tradisi yang masih dijaga hingga saat ini. Pada hari-hari tertentu, para abdi dalem maupun petugas mengenakan pakaian adat Jawa sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Selain itu, terdapat jadwal operasional tertentu yang perlu diperhatikan wisatawan, termasuk hari libur layanan yang biasanya jatuh pada hari Senin.

Para pemandu wisata setempat menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan dari berbagai negara terus berdatangan sepanjang tahun.

Ketertarikan terhadap sejarah Kesultanan Yogyakarta, arsitektur Keraton, serta berbagai koleksi budaya yang tersimpan di dalamnya menjadi alasan utama para wisatawan berkunjung.

Sementara itu, Epi, salah seorang pengunjung asal Bandung, mengaku sangat terkesan setelah mengunjungi Keraton Yogyakarta.

“Saya senang bisa melihat langsung peninggalan sejarah dan budaya Jawa yang masih terjaga dengan baik. Keraton Yogyakarta menjadi tempat yang sangat menarik untuk menambah wawasan tentang sejarah bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan keunikan budaya, nilai sejarah yang tinggi, serta keramahan para pemandu wisata, Keraton Yogyakarta hingga kini tetap menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Loading

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras
Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako
Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa
Coreng Pelayanan Perbankan? Oknum Kaunit BRI Unsil Tasikmalaya Diduga Merendahkan Nasabah
Arahkan Hak Jawab ke Pihak Lain, SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Belum Jawab Isu Jual Beli Proyek Revitalisasi
Modal Jaket Ojol dan 11 Kunci Pintu, Spesialis Pencuri Rumah Kosong Dicokok Polres Garut
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026
Laris Manis Diserap Mitra, Produksi Telur Ayam Lapas Kendal Bakal Diekspansi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Coreng Pelayanan Perbankan? Oknum Kaunit BRI Unsil Tasikmalaya Diduga Merendahkan Nasabah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Arahkan Hak Jawab ke Pihak Lain, SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Belum Jawab Isu Jual Beli Proyek Revitalisasi

Berita Terbaru