BOGOR, MNP – Pengurus (PK KNPI) Kecamatan, terlibat adu mulut dengan Humas RS KBP Dramaga.
Kejadian tersebut dikabarkan dipicu statement Humas RS KBP sebelumnya, saat PK KNPI Dramaga melakukan lobby kerjasama mereka kepada pihak RS KBP, untuk rekrut atau mobilisasi para calon peserta kegiatan khitanan massal anak gratis, dalam rangka Hari Jadi Bogor ke 544 tahun 2026.
Keributan verbal kedua pihak terjadi di Aula Kantor Kecamatan Dramaga, pada hari Kamis (21/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PK KNPI membalas bentuk sindiran kurang respek dari Humas RS KBP yang dilakukan sebelumnya, yang tega menyatakan bahwa, untuk mencari dan mendapatkan Peminat Khitanan Massal di Dramaga, itu ibarat nyari Jarum ditumpukan Jerami, yang berarti sangat sulit di wilayah Dramaga.
Faktanya setelah dijalankan oleh pihak KNPI PK Dramaga, warga malah jadi berebut mendaftarkan anak mereka jadi peserta.
Konflik argumen mewarnai pelaksanaan giat tersebut, ketegangannya memuncak antara para pengurus KNPI PK Dramaga, dengan pihak Humas RS KBP, justru saat kegiatan tadi berlangsung.
Pihak RS KBP disebut telah nekat masuk, dalam ruang tindakan operasi khitan itu, terkesan mencoba ngatur – ngatur panitia serta medis pelaksana kegiatan khitan tersebut, terkait teknis dari pelaksanaan kegiatannya.
Padahal, menurut panitia, sejak awal kegiatannya itu disiapkan secara mandiri, oleh semua pengurus KNPI bersama relawan, tanpa ada keterlibatan nyata dari pihak RS KBP.
Tapi kenapa, dan apa motifnya, tiba-tiba Humas RS KBP nyelonong masuk ke ruang tindakan, dengan gaya mengatur ke para panitia dan pelaksana kegiatan.
Tanpa rasa malu, atas ucapannya sendiri ke hadapan pihak KNPI di PK Dramaga, dengan ucapan yang terkesan menyepele kan lobby pihak KNPI Kec. Dramaga, untuk menjalan kan kegiatannya tersebut.
Ketua KNPI PK Kecamatan Dramaga, Muhamad Syukron Anugrah, menilai tindakan Humas RS KBP tersebut tidak etis, karena dilakukan ketika kegiatan sosial sedang berjalan dan para relawan tengah fokus saat melayani masyarakat, para orang tua penerima manfaat kegiatan tersebut.
Syukron Anugrah menyebut, saat pihaknya semua tengah berjibaku mencari peserta, melakukan verifikasi nama serta data mereka, hingga menyiapkan aneka ragam kebutuhan kegiatan, pihak RS KBP tidak mau melibatkan diri secara nyata.
“Tapi saat acara berjalan, justru baru datang dan mencoba ngatur-ngatur Kami, mulai dari teknis hingga praktek pelaksanaan kegiatannya di lokasi. Jujur, Itulah yang membuat panitia kecewa,” jelas Syukron.
Dirinya juga menyoroti adanya pernyataan Humas RS KBP itu, yang sebelumnya menyebut mencari peserta sunatan massal itu bagai mencari Jarum di tengah tumpukan Jerami.
“Itu bukan saja pernyataan tak elok yang pesimistis, tetapi sekaligus merupakan bukti rendahnya level kepedulian Sosial manajemen RS KBP, pada kondisi sosial warga masyarakat di sekitarnya,” cetusnya.
Menurut Syukron, ucapan Humas tersebut terkesan amat meremehkan kondisi masyarakat ekonomi kecil, yang masih kesulitan saat ingin mendapatkan akses layanan kesehatan murah apalagi gratis.
“Ucapannya itu kami ingat betul itu. Katanya mencari peserta sunat massal sulit nya seperti mencari Jarum di tumpukan Jerami. Tapi Faktanya gimana ? Dalam waktu singkat sudah 140 anak mendaftar. Bahkan banyak yang terpaksa tak bisa kami akomodir karena keterbatasan kuota Kami,” jelasnya lagi.
Syukron menilai, dengan membludaknya pendaftar khitanan massal gratis, itu menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang telah menganggap kebutuhan di masyarakat, akan layanan kesehatan gratis itu sudah tidak ada.
Karena faktanya pada kegiatan yang tengah mereka gelar tersebut, ada ratusan anak didaftar oleh para orang tua mereka.
“Ini buktinya, bahwa warga masyarakat bawah, masih sangat membutuhkan ada nya bantuan, jangan bicara seolah kegiatan baksos ini tak lagi dibutuhkan warga masyarakat,” tandasnya.
Dari total 140 pendaftar,
sebanyak 55 peserta yang dinyatakan lolos verifikasi. KNPI PK Dramaga sudah memprioritaskannya pada anak yatim piatu, keluarga berpenghasilan di bawah UMR, dan warganya yang benar-benar membutuh kan manfaat programnya, berdasarkan pendataan langsung dari lapangan.
Masih menurut Syukron, proses penjaringan para peserta khitan dilakukan langsung oleh Pengurus KNPI PK Dramaga, hingga ke lingkungan warga. Dari situ, pihaknya menemukan masih banyaknya keluarga, yang menunda khitan anak anaknya karena terkendala keterbatasan ekonominya.
“Kami ni turun langsung ke masyarakat. Banyak orang tua yang mengaku belum mampu mengkhitankan anaknya karena ketiadaan biaya. Jadi kalau ada yang bilang sulit untuk mencari peserta, berarti tidak benar – benar melihat kondisinya secara langsung di lapisan warga masyarakat bawah,” ungkapnya.
Dia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial HJB, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial mereka dari lembaga (organisasi kepemudaan), terhadap masyarakat kecil sekitar lingkungan mereka.
“Kami ingin HJB ini, bukan hanya seremonial belaka, dengan bentang spanduk ucapan pencitraan, tetapi ingin ada manfaat konkret yang dirasakan oleh warga masyarakat,” tegasnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, pelaksanaan sunatan massal itu tetap berjalan hingga selesai. KNPI PK Dramaga tak lupa memastikan juga, bahwa kegiatannya berlangsung berkat gotong royong dan swadaya organisasi demi membantu meringankan warga masyarakat kurang mampu.
Di akhir keterangannya, Syukron menyampaikan kritik keras atas minimnya kepedulian sosial sejumlah pihak instansi hingga para pengusaha, yang beroperasi di wilayah Dramaga, tetapi belum maksimal memberi kontribusi sosialnya, pada warga masyarakat sekitar.
“Jangan sampai muncul persepsi, dari organisasi kepemudaan yang gerak dengan keterbatasannya, justru lebih mampu hadir untuk warga masyarakat, dibandingkan pihak-pihak yang tiap hari menjalankan usaha serta terus mencari keuntungan, dari wilayah Dramaga ini,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan