JAKARTA, MNP – Sinergi antara dunia akademik dan pemasyarakatan kembali menorehkan capaian positif, Rabu (29/4).
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menerima penghargaan dari Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan praktikum mahasiswa.
Penghargaan tersebut diberikan pada acara penutupan Program Praktikum Mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang berlangsung di Aula Bina Insan Lapas Cipinang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan diserahkan langsung oleh Siti Napsiyah selaku perwakilan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada Kepala Bidang Pembinaan, Bambang Setiawan, disaksikan oleh Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Lapas Cipinang dalam menghadirkan ruang belajar lapangan bagi mahasiswa, khususnya dalam proses asesmen sosial, pendampingan, hingga penyusunan program intervensi bagi Warga Binaan.
Selain penghargaan kepada institusi, apresiasi khusus juga diberikan kepada Kusdie Fauzan, staf Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, yang menerima penghargaan sebagai pamong lembaga atas peran aktifnya dalam mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan praktikum.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari penguatan pembinaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan.
“Kolaborasi dengan dunia akademik adalah bentuk Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA. Kami ingin pembinaan di Lapas tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga didukung pendekatan ilmiah, sosial, dan humanis agar Warga Binaan benar-benar siap kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Siti Napsiyah menyampaikan apresiasi atas komitmen Lapas Cipinang dalam membuka ruang pembelajaran yang nyata bagi mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari Lapas Cipinang. Harapan kami, sinergi ini terus berlanjut karena memberi manfaat besar, baik bagi mahasiswa sebagai calon pekerja sosial maupun bagi Warga Binaan dalam proses pembinaan,” ujarnya.
Pengalaman bermakna juga dirasakan oleh Siti Azzahra, salah satu mahasiswa praktikum. Menurutnya, interaksi langsung dengan Warga Binaan memberikan perspektif baru tentang pentingnya pendekatan sosial dalam pemasyarakatan.
“Selama praktikum, kami belajar melakukan asesmen, memahami latar belakang klien, hingga menyusun program intervensi. Pengalaman ini sangat membuka wawasan bahwa pembinaan di lapas sangat humanis dan berorientasi pada perubahan,” ungkapnya.
Penghargaan ini semakin menegaskan bahwa Lapas Cipinang bukan hanya ruang pembinaan, tetapi juga ruang kolaborasi kebangsaan yang mempertemukan pendidikan, empati, dan tanggung jawab sosial.
Melalui sinergi dengan dunia akademik, pembinaan Warga Binaan diperkuat dengan pendekatan yang lebih terukur, ilmiah, dan berorientasi pada reintegrasi sosial yang bermartabat.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan