Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’

Selasa, 28 April 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNPAnda mungkin belum dikatakan sampai di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, jika belum sempat mencicipi segar pedasnya Nasi Grombyang.

Kudapan menyerupai rawon karena kuahnya berwarna hitam. Sebagian orang sudah tahu bahwa kini Pemalang identik dengan Nasi Grombyang.

Jika Anda melewati kota berjuluk Pusere Jawa ini, jangan sampai lupa menyempatkan menikmati Nasi Grombyang, kuliner khas kota pesisir pantai utara.

Masakan ini mudah ditemui, karena para penjual Nasi Grombyang tersebut gampang ditemukan di beberapa tempat.

Seperti di sekitar alun-alun, Pasar Anyar, Beji dan bekas terminal bus Sirandu. Sedangkan yang paling besar dan luas lokasi parkir, yaitu Nasi Grombyang Haji Waridin.

Nasi Grombyang Haji Waridin cukup populer dan legendaris. Rasanya menggoda selera dengan kuah yang mirip dengan rawon.

Bedanya, Nasi Grombyang kuahnya lebih encer. Meski sama-sama berbahan dasar kluwek, pada Nasi Grombyang ini bumbu rempahnya lebih terasa gurih dan aroma khas yang berasal dari kelapa yang disangrai.

Untuk rasa yang lebih nikmat, jangan lupa menambahkan sedikit kecap yang sudah disediakan di atas meja dengan pelengkapnya sate kerbau.

Meski disebut sebagai sate kerbau, tapi penyajiannya tidak tampak dibakar seperti sate pada umumnya.

Hanya saja setelah daging dibumbui dan diungkep kemudian ditusuk seperti sate. Dalam penyajiannya sate ini dibalut dengan bumbu kelapa sangrai parut yang pekat.

Kalau kurang pedas, tinggal ditambah cabai rawit rebus. Rasanya sedikit manis dan lembut di lidah. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana lidah Anda dimanjakan oleh lembut dan mantapnya daging kerbau yang diracik bersama kuah dengan ramuan bumbu khusus.

Apalagi, jika disantap bersama sambal cabai rawit dan taburan bawang goreng, Nasi Grombyang dijamin bakal membuat lidah Anda bergoyang.

Nasi Grombyang merupakan Kuliner Pemalang berupa sajian soto yang berbahan daging sapi atau kerbau dengan potongan lumayan besar.

Biasanya dihidangkan dalam mangkuk lengkap dengan nasinya. Penyajian seperti inilah yang menjadi dasar kuliner ini disebut Nasi Grombyang. Kuahnya meluber hingga membuat nasinya grombyang-grombyang seperti mengambang.

Pemilik warung Nasi Grombyang, Haji Waridin mengatakan, jika kuliner ini banyak diburu para pejabat maupun artis yang singgah di kota Pemalang.

“Dari mulai Presiden SBY, beberapa menteri sampai pejabat tinggi TNI maupun Polri ketika singgah di Pemalang, Nasi Grombyang menjadi pilihan mereka. Tak ketinggalan Artis seperti Kristina dan Narji juga mencicipi kuliner ini,” terangnya, Selasa (28/4).

Tidak hanya itu, ada persepsi lain yang menyebutkan bahwa nama grombyang sendiri diambil dari kuali besar tempat Nasi Grombyang sebelum disajikan.

Seperti layaknya warung-warung nasi pinggir jalan khas Jawa, warung Nasi Grombyang Haji Waridin ini juga bersih.

Bila kebanyakan warung nasi sang koki ada di belakang ruang makan, namun di tempat ini pengunjung bisa melihat sang koki karena ada di pintu masuk.

Harga seporsi pada umumnya adalah Rp 15 ribu. Sate kerbau atau sapi sebagai pelengkapnya cukup Rp 5.000. Harga ini tidak tetap, artinya akan diperbarui seiring perkembangan waktu dan harga sembako.

Biasanya Warung Nasi Grombyang Haji Waridin mulai melayani para pembelinya dari pukul 08.00 pagi sampai 09.00 malam. Buka setiap hari.

Sejarah Nasi Grombyang yang kemudian menjadi salah satu ikon kuliner Pemalang sebenarnya masih belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi, menurut warga setempat, nasi grombyang sudah dikenal sejak era 1960-an.

Awalnya, para penjual Nasi Grombyang menjajakan dagangannya dengan berkeliling keluar masuk kampung.

Seiring dengan semakin banyaknya orang yang ketagihan nikmatnya Nasi Grombyang, maka banyak warung yang bertaburan di beberapa sudut kota Pemalang.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II
Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI
Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI
Mengenal Kakek Yuyun: Pengamen ‘Borju’ dari Pemalang, Sang Maestro Lagu Lawas
Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya
Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan
Hadiri Pisah Sambut Dandenpom III/2 Garut, Bupati Harapkan Sinergi dan Kolaborasi Terus Terjalin
Sidak ke Rutan Kelas II B Tamiang Layang, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar Motivasi Warga Binaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 17:44 WIB

Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:27 WIB

Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:02 WIB

Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’

Selasa, 28 April 2026 - 13:34 WIB

Mengenal Kakek Yuyun: Pengamen ‘Borju’ dari Pemalang, Sang Maestro Lagu Lawas

Berita Terbaru