Kritis di ICU : Keluarga Reihan Cium Aroma Kejanggalan, Diduga Dicekoki Obat Terlarang

Jumat, 10 April 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Kasus misterius menimpa seorang pemuda bernama Raihan Paras Abadi, warga Gunung Salem, Kota Tasikmalaya.

Ia kini terbaring koma di ruang ICU RSUD dr. Soekardjo setelah diduga mengalami keracunan obat sebelum dilarikan ke rumah sakit. Keluarga korban mencium adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Raihan pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di wilayah Cimerak, Kota Tasikmalaya. Namun yang menjadi tanda tanya besar, waktu penanganan korban diduga janggal.

Ayah korban, Iwan, mengaku baru menerima kabar pada pukul jumat minggu lalu pukul 09.00WIB, padahal menurut keterangan saksi, Raihan sudah dibawa ke rumah sakit sejak pagi hari.

“Informasinya dibawa pagi, tapi saya baru dikabari malam. Ini yang membuat kami curiga ada yang ditutup-tutupi,” ujar Iwan, Jumat (10/04/2026).

Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah melihat kondisi fisik korban. Menurut Iwan, anaknya tidak menunjukkan luka serius layaknya korban kecelakaan. Luka hanya terlihat di bagian jari kaki, yang justru menimbulkan dugaan lain.

“Kalau kecelakaan, seharusnya ada luka di tubuh lain. Ini hanya di jari kaki, seperti diseret,” katanya.

Lebih jauh, keluarga menduga Raihan telah dicekoki obat-obatan terlarang sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Dugaan ini diperkuat oleh kondisi korban saat mendapatkan penanganan medis di ICU. Raihan disebut mengalami gejala yang mengarah pada keracunan zat tertentu.

“Mulutnya berbusa, sampai harus dipasang selang. Tapi bukannya membaik, malah tetap mengeluarkan busa,” ungkap Iwan.

Bahkan, menurut pengakuan keluarga, pihak dokter sempat menyampaikan adanya indikasi korban telah mengonsumsi obat-obatan sebelum masuk rumah sakit.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak medis, informasi ini semakin memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan.

Di sisi lain, sosok teman korban bernama Geril menjadi sorotan. Ia disebut sebagai orang terakhir yang bersama Raihan sebelum kejadian.

Namun sikap Geril justru dinilai mencurigakan. Saat ditanya keluarga terkait kondisi korban, ia tidak memberikan penjelasan yang jelas.

Saksi mata bernama Ani mengungkapkan, Geril sempat mengantarkan Raihan ke rumahnya di Gunung Salem sekitar pukul 02.30 dini hari. Saat itu, kondisi Raihan sudah dalam keadaan lemah.

“Ditanya kenapa kondisinya seperti itu, tapi Geril tidak menjawab apa-apa,” kata Ani.

Tak hanya itu, muncul informasi bahwa Geril sempat menolak membawa korban ke rumah sakit dan justru ingin membawanya ke “tukang urut” di wilayah Kawali, Kabupaten Ciamis. Keputusan tersebut dinilai janggal mengingat kondisi korban saat itu sudah kritis.

Hingga kini, Raihan masih dalam kondisi koma dan menjalani perawatan intensif di ICU. Keluarga memastikan akan mengusut tuntas kejadian ini, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini harus diungkap, karena kami yakin ada yang tidak beres,” tegas Iwan.

Kasus ini pun menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang menimpa Raihan, sebelum spekulasi liar semakin berkembang di masyarakat.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim
Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:48 WIB

Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Berita Terbaru