TASIKMALAYA, MNP – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi masif bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI”.
Kegiatan yang fokus pada pemberantasan radikalisme di kalangan generasi muda ini dilaksanakan di Gedung Aulia Hall Center, Kota Tasikmalaya, Rabu (08/04/2026).
Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Karang Taruna, tokoh pemuda, hingga pengurus RT/RW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Pemprov Jabar menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, antara lain Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. (Guru Besar Fikom Unpad), Dr. Ilham Gemiharto, S.Sos., M.Si. (Doktor Komunikasi Publik dan Ilmu Pemerintahan Unpad), Drs. Ade Hendar, MM. (Kepala Kesbangpol Jabar) dan AKBP Andi Purwanto, S.I.K., MH. (Kapolres Tasikmalaya Kota)
Kepala Kesbangpol Jabar, Drs. Ade Hendar, MM., menegaskan bahwa edukasi langsung ke masyarakat memiliki peran strategis dalam memutus rantai penyebaran paham radikal.

Menurutnya, stabilitas daerah sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat mampu memfilter ideologi ekstrem.
“Penguatan pemahaman masyarakat sangat penting agar tidak mudah terpapar ideologi yang menyimpang dan merusak persatuan. Ini adalah upaya kita membangun kesadaran publik agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang mengancam stabilitas,” ujar Ade Hendar.
Senada dengan pemerintah, suara dari elemen akar rumput pun menguat. Didin Zaenal Abidin, Bendahara Ormas Soliditas Buruh Tasikmalaya (SBT) yang hadir sebagai peserta, menekankan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi bangsa bukan hanya beban aparat.
“Pencegahan radikalisme memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan sekitar, dimulai dari keluarga hingga lingkaran pergaulan sehari-hari,” tutur Didin.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Jabar atas inisiatif ini. Menurutnya, kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal di media sosial menjadi tantangan terbesar saat ini.
“Upaya ini adalah bentuk kepedulian nyata Pemprov Jabar dalam merawat nilai kebangsaan. Kami berharap masyarakat semakin waspada, sehingga tercipta kehidupan yang aman, tertib, dan harmonis, khususnya di wilayah Tasikmalaya,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif, di mana para peserta yang hadir dapat menjadi agen informasi bagi lingkungan sekitarnya untuk tetap setia pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan