TASIKMALAYA, MNP – Paguyuban Online Bersatu (POB) kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menggelar santunan bagi anak yatim dan kaum jompo.
Namun, di balik kemuliaan acara yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Mashudi, Kamis (12/03/2026) tersebut, terselip kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Ketua Umum POB, H. Mulyadi, menegaskan bahwa aksi santunan ini murni lahir dari inisiatif para pengemudi ojek online (ojol) yang ingin berbagi di tengah keterbatasan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita melakukan santunan ini sebagai bentuk kepedulian ojol terhadap sesama. Walaupun kami dari kalangan menengah ke bawah, kami membuktikan masih bisa peduli. Harusnya ini menjadi pemantik bagi instansi pemerintah,” ujar H. Mulyadi kepada awak media.
H. Mulyadi menyayangkan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai dingin terhadap gerakan ojol.
Ia mengungkapkan, pihak POB telah mengirimkan surat resmi hingga undangan melalui ajudan Walikota, namun hingga acara berlangsung, tidak ada respon sama sekali.
“Untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya, saya sudah menyurati melalui ajudannya tapi sampai saat ini tidak ada respon. Seolah-olah kita ini tidak dilirik sebagai bagian dari masyarakat ojol yang ada di Kota Tasikmalaya,” cetusnya kecewa.
Lebih lanjut, H. Mulyadi menegaskan bahwa POB tidak akan tinggal diam dan akan segera menagih janji-janji yang pernah disampaikan pihak pemerintah saat aksi demonstrasi dan doa bersama beberapa waktu lalu.
Salah satu poin besar yang ditagih adalah janji fasilitasi pembentukan akhlak bagi elemen jalanan, termasuk pengajian rutin untuk ojol, anak jalanan, hingga komunitas motor.
“Kami akan menagih janji Walikota. Bukan hanya soal fasilitas pengajian atau pembentukan akhlak yang pernah dijanjikan saat kami demo dulu, tapi ada beberapa hal penting lainnya yang akan kami kejar pertanggungjawabannya,” pungkas H. Mulyadi tegas.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan