Prediksi Penumpang Tembus 1,37 Juta Orang di Lintasan Merak–Bakauheni
BAKAUHENI, MNP – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai strategi telah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan di lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia, yakni Merak–Bakauheni.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers dan buka puasa bersama media yang digelar di Ruang VIP Kantor Cabang Utama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antara ASDP dan insan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pelayanan angkutan Lebaran.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus penumpang maupun kendaraan selama periode mudik.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah pengaturan jalur kendaraan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan berbagai instansi terkait. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan di kawasan pelabuhan.
“Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar khususnya logistik akan dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ, Wika Beton, dan SMA. Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan utama,” ujar Partogi.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang diperbolehkan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta kendaraan pick-up. Sementara itu kendaraan logistik dan truk besar akan diarahkan menuju pelabuhan alternatif yang telah disiapkan.
ASDP juga memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan pada angkutan Lebaran tahun ini. Berdasarkan data pada periode Lebaran tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang menyeberang melalui lintasan Merak–Bakauheni mencapai sekitar 1.253.200 orang.
Pada tahun 2026 jumlah tersebut diperkirakan meningkat sekitar 2,11 persen menjadi 1.376.970 orang.
Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 169.147 unit dengan total kendaraan yang menyeberang mencapai sekitar 313.550 unit.
Tahun ini jumlah kendaraan roda empat diproyeksikan meningkat sekitar 1,99 persen menjadi 172.712 unit, sedangkan total kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 319 ribu unit.
“Secara nasional kenaikan diperkirakan sekitar 1,7 persen, namun khusus lintasan Merak–Bakauheni angkanya sedikit lebih tinggi,” jelas Partogi.
Untuk mendukung kelancaran operasional penyeberangan, ASDP telah menyiapkan sebanyak 57 unit kapal yang akan melayani lintasan Merak–Bakauheni selama periode angkutan Lebaran.
Dalam operasional harian, sekitar 28 kapal akan beroperasi secara bergantian melayani penyeberangan penumpang dan kendaraan.
Sementara kapal lainnya disiapkan sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada waktu-waktu tertentu.
Selain itu, pelabuhan alternatif juga akan difungsikan guna membantu distribusi kendaraan. Pelabuhan Ciwandan, misalnya, akan dilayani sekitar 12 kapal untuk membantu mengurai kepadatan arus kendaraan.
Sementara itu, Pelabuhan BBJ juga akan difungsikan sebagai jalur alternatif khusus kendaraan tertentu, sehingga distribusi kendaraan dapat lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.
ASDP juga akan menerapkan sistem single tarif pada dermaga eksekutif guna menciptakan pemerataan distribusi kendaraan dan penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP berharap pelayanan penyeberangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan