Cegah Kerusakan Lingkungan, Reni Sugiarti Usulkan Eksekutif-Legislatif Duduk Bersama Bahas Perda Pascatambang

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Upaya pencegahan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan kembali menjadi sorotan.

Anggota DPRD, Reni Sugiarti, mengusulkan agar pihak eksekutif dan legislatif duduk bersama untuk merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang pascatambang.

Hal tersebut disampaikan Reni sebagai bentuk respons terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan, mulai dari kerusakan lahan hingga dugaan pencemaran sungai.

Menurutnya, diperlukan regulasi yang tegas dan komprehensif di tingkat daerah untuk memastikan kewajiban reklamasi dan pascatambang benar-benar dijalankan oleh perusahaan.

“Kita tidak ingin kerusakan lingkungan terus terjadi tanpa ada kepastian penanganan. Karena itu, saya mengusulkan agar eksekutif dan legislatif duduk bersama membahas dan menyusun Perda Pascatambang,” ujarnya, Selasa (24/2).

Reni menegaskan, Perda tersebut nantinya dapat menjadi payung hukum yang kuat dalam mengawasi pelaksanaan reklamasi, pemulihan lingkungan, serta tanggung jawab sosial perusahaan tambang setelah masa operasi berakhir.

Selain itu, Reni juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan tokoh adat dalam proses penyusunan regulasi agar aturan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Lingkungan adalah warisan untuk generasi mendatang. Jangan sampai kita hanya menikmati hasil tambang, tapi meninggalkan kerusakan bagi anak cucu,” tegasnya.

Ia berharap usulan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sehingga pembahasan Perda Pascatambang dapat masuk dalam program legislasi daerah tahun berjalan.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna
Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran
Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”
Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus
Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif
Polres Bartim Mulai Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di PUPR Perkim, Sejumlah Saksi Dipanggil
Warga Pondok Gelugur Kecewa, Lahan Sitaan Negara Dikelola Swasta Tanpa Libatkan Masyarakat
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Angkat Trofi BRI Super League 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:28 WIB

Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:59 WIB

Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

Masyarakat Dua Wilayah Kecamatan Desak PemKab Bogor Percepat Rekonstruksi Ruas Jalan Ciherang-Ciapus

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:49 WIB

Pasca Blackout Hari Kedua di Sumbagut, Situasi Kamtibmas di Pakpak Bharat Aman dan Kondusif

Berita Terbaru