TASIKMALAYA, MNP – Pemerintah Kecamatan Bungursari menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 pada Rabu (28/01/2026).
Mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat”, kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari ini menjadi ajang strategis dalam memetakan arah pembangunan masa depan wilayah.
Acara dibuka langsung oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya dan dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Dapil 1 (Fraksi Gerindra, PDIP, Nasdem), OPD terkait, Camat, para Lurah, LPM, Tokoh Agama, serta tokoh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Candra, menekankan pentingnya kejujuran pemerintah dalam menyampaikan kondisi riil anggaran kepada masyarakat. Ia menyoroti fenomena “PHP” (Pemberi Harapan Palsu) yang sering terjadi akibat ketidakbukaan kondisi keuangan daerah.
“Lebih baik sampaikan kalau anggaran sedang kurang tapi kita tetap berjuang. Jangan demi cari aman semua di-iyakan, tapi kenyataannya nihil. Contohnya, ada jalan yang 12 tahun tidak beres karena anggaran minim dan komunikasi yang buntu,” tegas Diky.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot tengah menginisiasi tim “JJP” (Jalan-Jalan Pintar) untuk melakukan lobi ke pemerintah pusat dan provinsi. Strateginya bukan sekadar meminta uang, melainkan menjemput program kementerian agar masuk ke Tasikmalaya, seperti program BBWS di 9 titik dan Liga Tarkam Kemenpora yang mampu memutar roda ekonomi lokal.
Diky juga memaparkan visi pengembangan titik keramaian baru di Bungursari untuk memecah kepadatan kota, salah satunya melalui pembangunan Arboretum di perbatasan Bungursari-Mangkubumi dan usulan Terminal Agro.
Terkait bencana, ia mengingatkan bahwa ancaman terbesar di wilayah ini adalah genangan akibat sedimentasi pasir dan sampah. Ia mendorong adanya duduk bersama di tingkat provinsi untuk melakukan perawatan hutan/gunung di hulu agar air yang turun ke pemukiman tidak lagi membawa endapan pasir.
Camat Bungursari, Sodik Sunandi, menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini menekankan pada potensi lokal yang luar biasa, terutama sektor perikanan melalui program “Kang Sule” (Kampung Subsidi Lele) dan potensi Minapolitan.
“Bungursari harus lebih maju di bidang perikanan, ketahanan pangan, dan pengelolaan sampah. Kami berharap usulan warga melalui LPM dan Lurah tetap selaras dengan 7 program unggulan Walikota dan Wakil Walikota, meski harus melalui skala prioritas karena keterbatasan anggaran,” ujar Sodik.
Senada dengan hal tersebut, Soni Sujana (Kabid PIK Bappelitbangda) menambahkan bahwa prioritas tahun 2027 mencakup hilirisasi industri hasil perikanan dan penyediaan sarana prasarana persampahan.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data desil 1, 2, dan 3 (Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dalam menentukan prioritas bantuan agar tepat sasaran.
Musrenbang ini diharapkan menjadi wadah partisipasi aktif masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaa, hingga pengawasan pembangunan di wilayah Kecamatan Bungursari.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan