GARUT, MNP – Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda strategis nasional “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia terkait penguatan ketahanan pangan.
Hal ini dibuktikan dengan suksesnya pelaksanaan panen perdana jagung di Kampung Cilegeng, Senin (5/1/2026).
Di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare, hasil panen perdana ini mencatatkan capaian yang menggembirakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum ini menjadi bukti bahwa kekuatan ketahanan pangan nasional berakar dari kemandirian desa yang didukung oleh sinergi kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Kegiatan panen raya ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukalilah, Ketua BUMDes, Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan, S.E., Danpos Ramil, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, serta kelompok tani setempat.

Kehadiran TNI dan Polri dalam kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan peran aktif negara dalam mengawal stabilitas sektor pangan.
Melalui semangat “Bersama Rakyat TNI Kuat”, para personel TNI memberikan pendampingan yang meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Polri melalui semangat “Polri Presisi” memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, sehingga aktivitas produktif di sektor pertanian dapat berjalan tanpa kendala.
“Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah desa menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan sosial. Ketika rasa aman terjaga dan negara hadir, maka produktivitas rakyat akan tumbuh secara alami,” ungkap salah satu perwakilan di lokasi.
Kepala Desa Sukalilah menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden RI atas kebijakan strategis di bidang pangan, serta kepada jajaran TNI dan Polri yang konsisten mendampingi petani di lapangan.
Meski hasil panen perdana ini memuaskan, pemerintah desa menyadari tantangan masa depan seperti perubahan iklim dan stabilitas harga pasar tetap perlu diwaspadai.
Namun, dengan kolaborasi yang telah terjalin antara BUMDes, petani, dan aparat negara, tantangan tersebut diyakini dapat dihadapi secara adaptif.
Keberhasilan di Desa Sukalilah ini diharapkan menjadi best practice atau contoh praktik baik bagi desa-desa lain di Indonesia.
Panen ini menegaskan pesan kuat: bahwa ketika desa diberdayakan, TNI kuat bersama rakyat, dan Polri hadir secara presisi, maka ketahanan pangan akan menjadi gerakan nasional yang berakar kuat dari bawah.
Hasil panen ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat lokal, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi para petani untuk terus meningkatkan kemandirian usaha tani demi kesejahteraan masyarakat luas.
![]()
Penulis : M.Karno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan