TASIKMALAYA, MNP – Banjir kembali melanda wilayah Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.
Ironisnya, bencana tahunan ini terjadi di saat infrastruktur jalan telah dibenahi dan saluran drainase baru telah dibangun.
Alih-alih berkurang, intensitas dan dampak banjir justru kian meluas, bahkan merendam fasilitas vital yang sebelumnya relatif aman dari genangan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu titik yang terdampak cukup parah adalah kawasan SPBU Mangkubumi.
Lokasi yang selama ini jarang tersentuh banjir kini tak luput dari genangan air, mengganggu aktivitas masyarakat serta operasional fasilitas tersebut.
Air juga merangsek ke rumah-rumah warga di sekitarnya, memaksa sebagian warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Banjir kali ini diduga kuat disebabkan oleh belum optimalnya saluran pembuangan air menuju aliran Sungai Cilamajang.
Saluran tersebut dinilai tidak mampu menampung dan mengalirkan debit air hujan secara maksimal, sehingga air meluap dan menggenangi kawasan pemukiman serta jalan raya.
Kondisi ini menjadi persoalan krusial yang hingga kini belum tertangani secara tuntas oleh instansi terkait.
Peristiwa banjir kembali terulang pada Jumat sore lalu, saat hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Mangkubumi.
Dalam waktu singkat, air menggenangi jalan utama, SPBU, serta rumah warga. Kejadian tersebut langsung dilaporkan oleh masyarakat kepada aparat wilayah setempat.
Lurah Mangkubumi, Mamat Rahmat, membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya penanganan banjir tidak akan membuahkan hasil selama saluran pembuangan ke arah Cilamajang belum dibenahi secara menyeluruh.
Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas instansi agar persoalan ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun. Pasalnya, banjir di wilayah ini tidak akan dapat tertangani secara optimal apabila saluran pembuangan menuju Cilamajang belum dibenahi.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara dinas terkait, seperti PUTR, PSDA, serta BBWS, agar langkah-langkah konkret dapat segera direalisasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut.” ujar Mamat Rahmat saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (05/01/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan dari ketua RW dan tokoh masyarakat pada malam hari terkait terjadinya banjir.
Didorong oleh rasa tanggung jawab dan kepedulian, Mamat langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang dilaporkan warga. Dari hasil pengecekan, banjir memang benar terjadi dan cukup mengkhawatirkan.
“Atas nama warga Mangkubumi, saya menyampaikan harapan besar kepada Wali Kota Tasikmalaya serta Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, kiranya dapat membantu mempercepat koordinasi lintas instansi terkait, sehingga penanganan banjir ini dapat segera diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan.” pungkasnya.
Meski perbaikan jalan raya Mangkubumi telah dilakukan, Mamat mengingatkan bahwa tanpa penanganan banjir yang serius, kualitas jalan tersebut akan cepat mengalami kerusakan akibat genangan air yang terus berulang.
Ia berharap persoalan banjir ini dapat menjadi perhatian bersama, demi kenyamanan, keselamatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat Mangkubumi di masa mendatang.
![]()
Penulis : Arrie Haryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan