Tasikmalaya, MNP – Kegiatan penting dalam bidang kesehatan masyarakat berlangsung serentak di wilayah Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.
Kegiatan pertama yakni Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) yang dilaksanakan di Aula UPTD Puskesmas Bungursari.
Selanjutnya yang kedua adalah Pembentukan Kader HIV-IMS Berbasis Komunitas (Karang Taruna) di Aula UPTD Puskesmas Sukalaksana, Rabu (12/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi langsung kepada kader.
Kegiatan Gema Cermat dibuka oleh dr. Eko Anggoro Sulistyaji, Kepala Puskesmas Bungursari.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kefarmasian Dinas Kesehatan yang rutin dilaksanakan di setiap puskesmas, dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan obat.
“Materinya berkaitan dengan edukasi seputar obat — mulai dari cara memilih obat yang baik dan benar, waktu dan cara mengonsumsi obat, hingga pentingnya membeli obat di tempat resmi seperti apotek dengan resep dokter,” ungkap dr. Eko.
Sebagai narasumber, Gina Septiani, Apt., M.Farm., Apoteker Puskesmas Bungursari, menjelaskan pentingnya memahami penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat secara benar. Ia juga menyinggung soal obat tradisional dan kosmetik.
“Edukasi ini tidak hanya soal obat kimia, tetapi juga obat tradisional serta kosmetik. Kader perlu tahu bagaimana membedakan produk asli dan palsu serta memahami efek sampingnya. Penyimpanan dan pembuangan obat pun harus sesuai, jangan sembarangan,” jelas Gina.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari kader posyandu Cibunigeulis dan Bungursari. Harapannya, para kader dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat, sehingga pengetahuan tentang penggunaan obat dan kosmetik yang benar dapat tersebar lebih luas.
Pembentukan Kader HIV-IMS Berbasis Komunitas di Puskesmas Sukalaksana
Sementara itu, di tempat berbeda, Puskesmas Sukalaksana juga melaksanakan kegiatan Pembentukan Kader HIV-IMS Berbasis Komunitas yang melibatkan anggota Karang Taruna dari Kelurahan Sukarindik.
dr. Eko Anggoro Sulistyaji, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Puskesmas Sukalaksana, menegaskan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan HIV.
“Kita melibatkan Karang Taruna karena mereka adalah organisasi kepemudaan yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Harapannya, mereka dapat membantu menyosialisasikan tentang HIV yang angkanya cukup tinggi di Kota Tasikmalaya,” ujar dr. Eko.
Materi edukasi disampaikan oleh dr. Wulantika Nur Aini, dokter umum Puskesmas Sukalaksana, yang menjelaskan secara komprehensif tentang HIV dan AIDS, mulai dari gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan.
“HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penularannya bisa melalui hubungan seksual berisiko atau penggunaan jarum suntik bersama. Pencegahannya dengan tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, setia pada pasangan, dan menghindari perilaku berisiko,” jelasnya.
Ia menambahkan, HIV memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, namun bisa dikontrol dengan pengobatan rutin agar tidak berkembang menjadi AIDS.
“Harapan kami, para kader Karang Taruna yang hadir hari ini bisa menyebarkan informasi ini kepada teman, keluarga, dan masyarakat sekitar agar pemahaman tentang HIV semakin meluas,” tutupnya.
Dengan dua kegiatan edukatif ini, Puskesmas Bungursari dan Sukalaksana menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat yang bijak dan pencegahan penyakit menular, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang lebih sehat dan cerdas.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan