Tasikmalaya, MNP — Di tengah geliat pembangunan Kota Tasikmalaya, masih ada potret kehidupan warga yang luput dari perhatian pemerintah.
Sebuah rumah milik Agus Sofyan, warga RT 03 RW 02, Kampung Sukarasa, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tawang, ambruk lebih dari sebulan lalu dan hingga kini belum mendapatkan bantuan apa pun.
Rumah yang sebelumnya sudah rusak parah itu roboh total dan hanya menyisakan puing-puing kayu lapuk serta genteng berserakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak kejadian itu, Agus bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah tetangga karena tak punya tempat tinggal lain.
Ketua RW 02, Asep WK, mengaku sudah dua kali melaporkan kondisi rumah Agus ke pihak kelurahan—baik sebelum maupun sesudah rumahnya roboh. Namun laporan tersebut belum mendapat tindak lanjut dari pemerintah setempat.
“Masalah rumah Agus sudah saya laporkan ke pihak kelurahan sebelum ambruk, dan setelah ambruk pun sudah saya laporkan kembali. Tapi sampai sekarang belum ada respon sedikit pun,” ujar Asep dengan nada kecewa, Jumat (8/11/2025).

Agus sendiri mengaku hanya bisa pasrah sambil berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, terutama bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) agar keluarganya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman.
“Kami cuma ingin punya rumah yang layak untuk berteduh. Mudah-mudahan Bapak Wali Kota bisa bantu,” harap Agus.
Program bantuan perbaikan rumah tak layak huni sebenarnya sudah ada melalui Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Rakyat, namun di lapangan, banyak laporan warga yang tak segera direspons.
Kasus yang menimpa keluarga Agus menjadi contoh nyata masih lemahnya koordinasi antarinstansi dalam menangani persoalan sosial warga bawah.
Warga sekitar berharap pemerintah kota segera turun tangan agar kasus serupa tidak terulang. Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur kota, masih banyak masyarakat kecil yang bertahan hidup di rumah yang tidak layak, bahkan kini tanpa atap.
“Pemerintah harus lebih cepat tanggap. Jangan sampai warga seperti Agus dibiarkan terlalu lama,” kata Asep menutup perbincangan.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan rumah tak layak huni di Tasikmalaya, yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan