Tasikmalaya, MNP – Kekhawatiran masyarakat terhadap keberadaan pohon besar yang rawan tumbang di depan SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya terus meningkat.
Kondisi pohon yang sudah miring dan tampak rapuh membuat warga resah, apalagi memasuki musim hujan dan angin kencang yang kerap melanda wilayah tersebut.
Meski pihak sekolah sudah menempuh berbagai prosedur resmi untuk melakukan pemangkasan, hingga kini pelaksanaannya masih terkendala anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Reja, selaku penilik jalan dari Satker PPK PUPR Provinsi Jawa Barat, menjelaskan pihaknya sudah koordinasi dengan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diki Candra, guna membahas langkah konkret penanganan pohon-pohon rawan tumbang di sejumlah titik. Salah satu fokus utama adalah pohon besar yang berdiri tepat di depan SMP Negeri 5.
“Kami sudah bertemu dengan Pak Wakil Wali Kota, Diki Candra, untuk membahas langkah penanganan pohon-pohon yang dinilai membahayakan. Saat ini, pembahasan masih berlangsung untuk menentukan sumber anggaran penebangan,” ujar Reja, Selasa (15/10/2025).
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Wakil Wali Kota Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pembahasan tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat, yang menilai proses penanganan berjalan lambat dan berisiko menimbulkan bahaya jika dibiarkan terlalu lama.
Sementara itu, warga sekitar SMP Negeri 5 mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Mereka menilai kondisi pohon yang miring dan berukuran besar sangat membahayakan pengguna jalan maupun warga sekolah.
“Jangan tunggu sampai ada korban dulu. Pohon di depan SMP 5 itu sudah lama miring, dan kalau hujan deras disertai angin, bisa tumbang kapan saja,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, H. Dina Rusida, memastikan bahwa pihaknya telah melaksanakan seluruh prosedur sesuai aturan. Bahkan, surat izin resmi untuk pemangkasan sudah dikantongi sejak beberapa waktu lalu.
“Kami sudah mengikuti semua prosedur, termasuk pengurusan surat izin. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kota Tasikmalaya, dengan Pak Ucu Anwar, tapi jawabannya waktu itu, ‘BPBD uang dari mana?’,” ungkap Dina.
Menurutnya, langkah pemangkasan dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan warga sekolah. Namun, pelaksanaan di lapangan belum bisa maksimal karena terkendala masalah teknis dan biaya operasional.
Ia berharap pemerintah kota bisa memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Kami hanya ingin memastikan keamanan anak-anak dan guru. Kami berharap ada solusi bersama agar pohon-pohon besar yang rawan tumbang bisa segera ditangani,” tambahnya.
Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait. Masyarakat berharap koordinasi lintas dinas dapat segera menghasilkan keputusan konkret agar proses penanganan dapat dilakukan secepatnya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan