Utang Pihak Ketiga dan Sertifikasi Guru: Pemda Enrekang Harus Berhati-Hati Ambil Keputusan

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muktar Curio

Muktar Curio

Enrekang, MNP – Muktar Curio, seorang warga Enrekang, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pembayaran utang pihak ketiga dan sertifikasi guru di Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, pembayaran utang tersebut harus memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas, karena mengeluarkan uang negara harus ada landasan hukum yang jelas.

Muktar juga mempertanyakan apakah Pemda Enrekang memiliki alasan yang kuat untuk membayar utang tersebut, karena utang tersebut sudah selesai.

Dirinya memberikan tiga opsi untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu mencari donatur yang mau menyumbangkan uangnya, Pemda siap menanggung resiko, atau para pihak yang merasa belum dibayar menggugat ke pengadilan.

Muktar menyebut, opsi yang paling mungkin adalah menggugat ke pengadilan, karena donatur yang mau menyumbangkan uangnya sangat sulit didapatkan dan Pemda tidak mau ambil resiko.

Selain itu, Muktar juga memberikan komentar terkait program jaminan gagal panen yang sedang digalakkan oleh Pemda Enrekang.

Menurutnya, program ini sangat baik, namun perlu dibuat aturan yang jelas dan transparan agar tidak disalahgunakan.

“Saya khawatir bahwa jika tidak ada aturan yang jelas, petani akan asal-asalan dalam menanam dan meminta ganti rugi jika gagal panen,” ungkapnya, Sabtu (04/10/2025).

Muktar berharap bahwa Pemda Enrekang dapat membuat kebijakan yang bijak dan transparan dalam mengelola keuangan daerah, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dengan demikian, diharapkan bahwa Pemda Enrekang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Dalam kesempatan ini, Muktar juga mengingatkan bahwa Pemda Enrekang harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama dalam hal keuangan daerah.

Pemda harus memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas dalam mengambil keputusan, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dengan demikian, diharapkan bahwa Pemda Enrekang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola keuangan daerah dengan baik dan transparan.

Pemda Enrekang harus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan
Serunya Tradisi ‘Botram’ di Cipanas Galunggung, Pengunjung Didominasi Rombongan Keluarga 
Innalillahi, Ibu Heti Kakak Pimprus PT Asrahi Cipta Media Tasikmalaya Tutup Usia
Musim Kemarau Berdampak di Kota Tasikmalaya: Situ Gede Menyusut, Warga Kesulitan Air Bersih
Kembali Beroperasi? Pengelola Judi Togel di Batang Asam Sebut Minta Izin ke Polisi, Muncul Isu “Bulanan” untuk Media
Manjakan Pengunjung, Bukit Sampalan Asri Ciamis Ramah di Kantong Tawarkan Panorama Indah
Bukit Sampalan Asri Ciamis Jadi Saksi Hangatnya Family Gathering Media Nasional Potret
Cemburu Buta Salah Sasaran, Polisi Ringkus Pelaku Pembacokan Tukang Ojek di Lampung Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:10 WIB

Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan

Senin, 13 Juli 2026 - 07:01 WIB

Serunya Tradisi ‘Botram’ di Cipanas Galunggung, Pengunjung Didominasi Rombongan Keluarga 

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:22 WIB

Innalillahi, Ibu Heti Kakak Pimprus PT Asrahi Cipta Media Tasikmalaya Tutup Usia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:00 WIB

Musim Kemarau Berdampak di Kota Tasikmalaya: Situ Gede Menyusut, Warga Kesulitan Air Bersih

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:41 WIB

Kembali Beroperasi? Pengelola Judi Togel di Batang Asam Sebut Minta Izin ke Polisi, Muncul Isu “Bulanan” untuk Media

Berita Terbaru