Waspada Bantuan Bodong Berkedok Go-Pay: Warga Tasikmalaya Diperdaya Serahkan Data Pribadi 

Sabtu, 27 September 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Sejumlah warga di Jalan Taman Harapan, Kp. Margamulya, Kota Tasikmalaya, diduga menjadi korban modus penipuan baru berkedok vendor Go-Pay.

Modus ini menggunakan iming-iming pemberian sembako sebagai pancingan untuk mengambil data pribadi warga, termasuk KTP dan foto verifikasi wajah.

Kejadian ini terungkap pada Sabtu (27/09/2025). Menurut keterangan Mimih Esih (56), ada sekitar empat orang yang mendatangi kampung mereka untuk mensosialisasikan program pemberian sembako berupa minyak goreng dan sabun cuci piring.

Sekitar 15 warga, mayoritas ibu-ibu, kemudian dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan diminta berfoto untuk proses verifikasi.

Teten Sutendi (38), seorang tokoh pemuda setempat, sempat mendatangi lokasi. Ia menyaksikan para petugas menyuruh warga membawa KTP dan difoto dengan instruksi mata berkedip-kedip, yang disebut sebagai verifikasi untuk penerimaan sembako dan bonus.

Kecurigaan Teten membuatnya menghubungi istrinya, Nopi Nursarimatin (33), seorang aktivis masyarakat. Nopi sempat terlibat adu mulut dengan para petugas, mempertanyakan prosedur mereka.

Pihak petugas mengklaim telah menyerahkan surat tugas perusahaan vendor pihak ketiga Go-Pay kepada Teten, namun Teten membantah hal tersebut.

Tak lama setelah Nopi meninggalkan lokasi untuk urusan pekerjaan, para petugas tersebut menghilang. “Pas ditanya ke warga dan suami saya, ternyata Surat Tugas mereka tidak ada. Mereka juga tidak meninggalkan alamat kantor atau nomor telepon,” ungkap Nopi.

Petugas hanya sempat memberikan KTP mereka untuk difoto oleh warga karena desakan, bukan diperlihatkan secara sukarela.

Nopi Nursarimatin, yang juga pemilik Warung Nasi “Jengkol Lado”, menyuarakan kekhawatiran mendalam. Ia menghimbau warganya untuk berhati-hati terhadap orang asing yang masuk tanpa tujuan yang jelas.

“Data pribadi warga saya sudah difoto, dan warga sendiri difoto kedip-kedip (verifikasi muka). Itu kan mirip modus pinjaman online (pinjol),” tegas Nopi.

Ia khawatir data pribadi warga, terutama ibu-ibu yang tidak paham teknologi, disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok bantuan atau program.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 
Luruskan Isu Akses Jalan, Ini Klarifikasi Komite SMAN 11 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 November 2026 - 16:20 WIB

Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi

Berita Terbaru