Septyan Hadinata: Media dalam Pusaran MBG: Watchdog atau Corong Kekuasaan?

Sabtu, 27 September 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kasus keracunan massal akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Ribuan anak diduga menjadi korban di berbagai daerah, sementara diskusi mengenai tata kelola program ini terus bergulir.

Aktivis NU dan Pegiat sosial , Septyan Hadinata, menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut lemahnya regulasi dan pengawasan rantai pasok, tetapi juga menyangkut peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menurutnya, media kini berada pada posisi dilematis. Sebagian media berperan sebagai kontrol sosial dengan mengungkap kelemahan dan data lapangan.

Namun, sebagian lainnya justru tampil sebagai corong propaganda yang lebih menonjolkan keberhasilan program tanpa menyentuh substansi masalah.

“Media semestinya menjadi pilar keempat demokrasi. Jangan sampai fungsi jurnalistik berubah menjadi sekadar titipan suara. Publik butuh fakta, bukan framing yang menutupi risiko,” ujar Septyan, Jumat (27/9/2025).

Ia menambahkan, sikap ganda media dapat menurunkan kepercayaan publik. Informasi yang tercemar sama berbahayanya dengan makanan yang tercemar.

“Kalau media tidak menjaga independensinya, korban bukan hanya anak-anak yang keracunan, melainkan juga kualitas demokrasi kita,” tegasnya.

Meski begitu, Septyan tetap optimistis. Ia menyatakan kepercayaannya bahwa masih ada media yang konsisten menjaga idealisme.

“Saya percaya Media Potret akan tetap menjaga kesucian jiwa jurnalistik—jujur, pembawa berita kebenaran, bukan pembawa petaka. Media seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat di tengah krisis kepercayaan informasi,” ujarnya.

Septyan menekankan, solusi terbaik adalah mengembalikan media pada khitahnya: independen, transparan, dan berpihak pada kebenaran.

“Dengan media yang jujur, publik akan terlindungi, kebijakan akan terawasi, dan demokrasi akan tetap sehat,” pungkasnya.

Dari sudut pandang ilmu jurnalistik, fenomena ini menunjukkan adanya anomali dalam praktik media. Media yang seharusnya menjadi watchdog (anjing penjaga) justru berperan sebagai lapdog (anjing peliharaan) bagi kekuasaan.

Praktik jurnalisme seperti ini mengkhianati prinsip dasar pers: independensi, akurasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Kritik tajam perlu diarahkan pada media yang memilih mengorbankan integritas demi keuntungan sesaat, karena pada akhirnya kehilangan kepercayaan publik adalah kehancuran terbesar bagi eksistensi media itu sendiri.

Loading

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD
Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG
Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026
KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?
“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat
SMKN 6 Garut Terima Bantuan Revitalisasi Pembangun RPS Teknik Komputer dan Jaringan
Pengacara PT SJP Buka Suara Soal Tambang, Siap Tempuh Jalur Hukum, Legalitas Dokumen Tetap Minta Diuji
Kisah Haru Dede Ari Warga Lumpuh Sejak Kecil, Famili FHF Siap Salurkan Donasi Lewat Live TikTok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Poros Rakyat dan Mahasiswa Sukapura Desak Kejaksaan Selidiki Tata Kelola Yayasan Penerima Dana MBG

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pemdes Campaka Garut Gelar Musdes LPJ BUMDes Jaya Mandiri Semester I 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

“Domba Adu” : Saat Ulama dan HPDKI Menyatukan Agama, Budaya dan Ekonomi Umat

Berita Terbaru

Berita terbaru

KDM Absen di Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Mengapa Balikpapan Didatangi?

Senin, 19 Okt 2026 - 14:54 WIB