Bogor, MNP – Didapatkan data-informasi terkini di Posko DVI, korban meninggal dunia di tragedi ambruknya Majlis Taklim Ashobiyyah jadi bertambah satu orang, atas nama Yuliawati, di RS UMMI Empang Kota Bogor. Dia Warga Kp. Ciapus Desa Sukamakmur Kec. Ciomas.
Sedangkan yang tiga orang lebih dulu meninggal yaitu, atas nama Irni Susanti, Kp. Ciapus-Desa Sukamakmur Kec. Ciomas, meninggal di RS Medika Dramaga, yang 2 orang lagi di RS PMI Kota Bogor, atas nama Ulan. Kp. Ciapus Kompas-Desa Sukaluyu Kec. Tamansari dan atas nama Nurhayati, Kp. Ciapus Kompas-Desa Sukaluyu, Kec. Tamansari.
Adapun perubahan angka total korban luka-luka dari yang sebelumnya 84 orang sekarang jadi 131 luka-luka (luka ringan, sedang hingga berat).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesemuanya bersumber di Update data dan informasi milik Posko DVI (Disaster Victim Identification/Posko dari Tim Identifikasi Korban Bencana), yang merupakan Pos Kolaborasi Polda Jabar dengan Polres Bogor, yang didirikan bersama di lokasi tragedinya tersebut terjadi.
Data terakhir hari ini, yang dihasilkan dari identifikasi mereka, itu ada 115 orang pelaporan keluarga korban.
Didapat kabar pula, pihak Pemda Kab Bogor, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pun telah menyatakan, bahwa untuk pembiayaan, seluruh proses penanganan korban (pengobatan – perawatan), mulai dari yang meninggal dunia hingga yang luka-luka ditanggung jawab PemKab Bogor, serta PemProv Jawa Barat.
Itu selain santunan berupa uang keprihatinan, yang diberikan kepada para korban meninggalnya, yang diserahkan langsung pada keluarga/ahli waris korban.
Dari Kemenag RI pun sudah menjanjikan bantuan, untuk membangun kembali Majlis Ta’lim yang ambruk dengan tujuan agar “beragam Syi’ar Islam tetap berjalan seperti semula” yang disampaikan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. kemarin di hadapan para Wartawan berbagai media massa.
Menurut Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, bantuan tersebut nantinya akan disalurkan oleh pihak BAZNas Kabupaten Bogor.
Korban dirawat tersebar di 6 Rumah Sskit (RSUD Kota Bogor, RS Medika Dramaga, di RSUD Ciawi, RS PMI Kota Bogor, di RS UMMI Empang Kota Bogor serta di RS KBP Dramaga Kab. Bogor).
Juga dikabarkan ada tiga orang pasien dirujuk pihak RSUD Kota Bogor ke pihak RSCM Jakarta, karena ketiadaan Fasilitas hingga Sarana di RSUD Kota, yang diperlukan untuk memberikan kualitas perawatan terbaik-intensif.
Total dari update data milik Posko Tim DVI tercatat ada 131 orang korban di tragedi tersebut, itu termasuk yang 4 Orang korban meninggal dunia di ketiga RS berbeda di atas tadi.
Demikian yang disampaikan Kepala Desa Sukamakmur, Sriwidiarti, di hadapan beberapa Jurnalis di Posko DVI hari ini, Senin (8/9/2025).
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan