KDM Usulkan Nama ‘Kabupaten Sukapura’ dalam Wacana Pemekaran Tasikmalaya Selatan

Senin, 28 Juli 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Wacana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Dirinya mengusulkan agar calon daerah baru tersebut menggunakan nama “Kabupaten Sukapura”.

Usulan ini disampaikan KDM saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya yang digelar pada Sabtu (26/7/2025).

Menurut KDM, nama Sukapura memiliki nilai historis yang kuat, sekaligus relevan secara administratif.

KDM menyebut, saat ini sudah memiliki Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Jika wilayah selatan dimekarkan dengan nama yang sama, akan berpotensi menimbulkan kebingungan identitas.

“Saya usulkan nama Sukapura,” ujarnya di hadapan para anggota dewan, pejabat daerah, dan tokoh masyarakat.

Ia menambahkan, penamaan suatu wilayah harus memperhatikan sejarah lokal serta menghindari tumpang tindih dengan daerah yang sudah ada.

KDM mencontohkan penataan nama daerah di Jawa Barat yang telah berhasil dilakukan, seperti adanya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Bahkan, saat ini wacana pembentukan Kabupaten Bandung Timur juga sedang bergulir. “Model seperti ini efektif karena setiap wilayah memiliki identitas yang jelas,” katanya.

Nama Sukapura sendiri bukan hal baru bagi masyarakat Tasikmalaya. Secara historis, wilayah Tasikmalaya pernah berada di bawah kekuasaan Kadipaten Sukapura, sebuah pemerintahan lokal yang berpengaruh pada masa kolonial.

Dengan menghidupkan kembali nama tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan ikatan emosional dan kebanggaan terhadap sejarah daerahnya.

Meski begitu, rencana pemekaran wilayah selatan Tasikmalaya masih dalam proses panjang.

Hingga kini, aspirasi pemekaran terus disuarakan masyarakat, terutama di wilayah selatan yang merasa pembangunan belum merata.

Namun, upaya ini terkendala kebijakan moratorium pembentukan DOB dari pemerintah pusat. Moratorium tersebut membuat pembahasan pemekaran harus menunggu kebijakan resmi dari pemerintah.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Selatan mengatakan, keinginan untuk memekarkan wilayah selatan bukan sekadar ambisi, tetapi sebuah upaya untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Dengan wilayah yang luas, pelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya masih menghadapi tantangan, terutama di daerah pedalaman,” kata tokoh  yang enggan disebutkan namanya ini.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, sebelumnya juga menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung aspirasi masyarakat terkait pemekaran.

Ia menilai, jika DOB Tasikmalaya Selatan terbentuk, nama Sukapura bisa menjadi simbol sejarah sekaligus identitas baru yang membedakan dari Kabupaten induk.

Meski belum ada keputusan final, usulan nama ini telah menambah energi dalam diskusi pemekaran. Para tokoh daerah, akademisi, dan masyarakat kini mulai mengkaji lebih jauh potensi ekonomi, budaya, dan sejarah yang dimiliki wilayah selatan.

Apalagi, dengan menggunakan nama Sukapura, DOB baru ini diharapkan dapat memiliki daya tarik tersendiri, baik dalam pembangunan maupun promosi pariwisata.

Dengan segala tantangan dan proses yang harus ditempuh, gagasan pemekaran Tasikmalaya Selatan dengan nama Kabupaten Sukapura menjadi sebuah isu strategis yang diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun kedepan.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Diskominfo Tasikmalaya

Berita Terkait

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor
Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk
Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 
Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 
Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang
Guru Penjaskes di Pemalang Ungkap Pentingnya Jalan Kaki bagi Kebugaran Siswa
Gunakan Skema PKTD, Pemdes Tampa Mulai Pembangunan Gang Manguleng
Tiga Pilar Keamanan Tasikmalaya Satukan Langkah di Makodim 0612/Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:09 WIB

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:27 WIB

Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:52 WIB

Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:43 WIB

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:43 WIB