Bogor, MNP – Sebagai tradisi dan agenda tahunan yang positif dalam menyemarakkan pergantian tahun baru Islam 1447 Hijriyah.
Untuk mentauladani Akhlaq mulia dan terpuji, di dalam perilaku Rasulullaah Muhammad SAW, yang sangat mencintai Anak Yatim, Kaum Dhu’afa, serta Fakir Miskin juga sebagai wujud syukur di awal tahun di setiap bulan Muharram.
Terutama setiap tanggal 10 Muharram menjadi momen istimewa untuk Anak Yatim dan kaum Dhu’afa, di setiap wilayah yang menggelarnya sebagai tradisi islami yang positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pun demikian pula kegiatan yang dilaksanakan Pemdes Neglasari, bersama seluruh pengurus DKM Al-Barokah di Kp. Gang Palm, RT/RW 002/001 Desa. Neglasari Kec. Dramaga~Kab. Bogor, Minggu/Ahad (6/7/2025)/(10/1/1447 H).
Turut menghadiri acaranya, unsur Forkopimcam, camat Dramaga diwakili Sekcam, Kapolsek Dramaga, Danramil dari tiga wilayah diwakili Babinsa Neglasari, MUI Desa Neglasari serta Kecamatan, para tokoh Alim Ulama setempat.
Hadir juga para jama’ah Pengajian Masjid dan Majlis Taklim se-Desa Neglasari, tokoh Pemuda dan Masyarakat, segenap Mahasiswa KKN, beberapa orang jurnalis dari berbagai media massa pun ikut hadir meliput jalannya acara.
Dalam sambutan acaranya, Sekcam Dramaga, Hj. Inne Handayani, S.Pd. MM, mengajak seluruh hadirin, agar mencintai serta peduli pada Anak anak Yatim, Dhu’afa dan Fakir Miskin.
“Terutama pada Anak Yatim, Sebagai generasi calon penerusnya, untuk masa depan Bangsa,” ungkapnya.
Dalam acara yang sama, Kapolsek Dramaga, Desi Triana, SH. MH. Seraya memperkenalkan diri pada seluruh hadirin acara, turut menyampaikan pesan pula.
“Agar seluruh masyarakat di wilayah hukumnya senantiasa bersinergi dan solid, dalam menjaga Kamtibmas serta kondusifitas di wilayahnya, termasuk warga di wilayah desa Neglasari,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana, memaparkan sekilas acara tersebut. Menurutnya, dana untuk penyelenggaraannya, semuanya murni dari hasil kolektifitas partisipasi Infaq serta Sadaqah warga Desa, dan para Donatur dari Desa Neglasari.
“Total dana yang terkumpul mencapai angka hampir Rp 83 Juta. Sedang kan menurut data diketahui nya, untuk agenda tahun ini ada 135 orang Yatim Piatu kategori 15 ke bawah, serta 58 orang berusia 15 tahun ke atas (Yatim yang masih bersekolah atau Santri/ah) yang mondok di pesantren,” jelasnya.
Lalu, Ketua MUI Neglasari, Ustadz Nurhaliem, dirinya pun berpesan pada hadirin, untuk memiliki ciri Muslim Sejati, yakni Muslim yang berIman serta berTaqwa.
“Yang salah satu cirinya, itu mencintai Anak Yatim, juga yang dapat mengendalikan Emosi Negatif dan Pemaaf. Serta dapat meningkatkan sinergitas antara para Alim Ulama dengan para Umaro,” tegasnya.
Sementara itu Ketua panitia acara, H. Arief Hamdani, memaparkan. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut, merupakan wujud sinergitas para ulama serta umaro desa Neglasari.
“Dari 6 wilayah RW dan 27 RT ini, bersama segenap warga di wilayah Neglasari. Dan dari seluruh wilayah tersebutlah terkumpul dana, mencapai total Rp 82 Juta lebih,” kata dia.
Adapun rincian peruntukan ringkasnya sebagai berikut, Rp 400 Ribu/Anak yatimnya (kategori Yatim dibawah 15 tahun yang berjumlah 135 orang).
Kemudian Rp 200 Ribu/Anak yatim (untuk 15 tahun ke atas yang totalnya 58 orang, serta Dhu’afa dan Fakir Miskin).
Kebutuhan konsumsi/makan penerima santunan : 135 Nasi Kotak Anak Yatim (@ Rp 20 Ribu/Box), Snack (@ Rp 15 Ribu/Box, juga bingkisan, dll. Dan ada saldo tersisa di catatan Kas DKM berjumlah (-+) Rp. 260 Ribu.
Sedangkan Penceramah di kegiatan tersebut, Ustadz H. Didin Bachrudin, dirinya berpesan, bahwa seluruh hadirin wajib turut prihatin.
“Ketika diri sudah mengaku Muslim, namun tidak dapat memahami Aqidah agama nya, atau tidak mengenali sejarah dan hari-hari besar Agama nya, termasuk pada berbagai mukjijat para Nabi serta Rasulnya,” ujarnya.
Yang mana lanjut Ustadz H. Didin Bachrudin, begitu banyak hikayat terkait mukjizat dari beberapa Nabi serta Rasul, semuanya terjadi di Bulan Asyura, tepatnya di tanggal 10 Muharam ini.
Beberapa hikayat itu antara lain, Nabi Muhammad SAW beserta ummatnya hijrah dari tanah suci Makkah ke Madinah, Nabi Ibrahim AS terbukti tidak mempan dibakar Api Pasukan Raja Namrudz.
Selain itu, Nabi Musa AS belah Lautan dengan Tongkatnya, Nabi Yunus AS dimuntahkan lagi oleh Ikan yang menelannya di Lautan, kesemuanya pun terjadi di bulan Asyura atau Bulan Muharam.
Di penghujung tausiyahnya, dirinya berpesan agar para Muslim yang mukmin tidak terjerumus menjadi Muslim pendusta Agamanya, lebih – lebih Pengkhianat Agama.
Salah satunya dengan tidak menghardik Anak-anak Yatim-Piatu, tapi harus lebih mencintai serta menyayangi Anak-anak Yatim, Fakir Miskin dan para Dhu’afa.
“Sesuai ajaran Rasulullaah Muhammad SAW dan Aqidah di Agama Islam, agar selamat dunia hingga Akhirat,” pungkas Ustadz H. Didin Bachrudin.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan