Tasikmalaya, MNP – Menyikapi maraknya bencana alam yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Lapangan Gebu.
Apel ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam mengantisipasi risiko bencana yang kian mengancam masyarakat di berbagai kecamatan pada Rabu, 2 Juli 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa status tanggap darurat bencana telah resmi diberlakukan, khususnya di daerah yang terdampak paling parah yakni Kecamatan Taraju dan Salawu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua wilayah ini diketahui mengalami bencana yang menyebabkan korban jiwa. Sementara itu, wilayah Cisayong dan Cigalontang juga terdampak, namun belum masuk dalam klasifikasi daerah dengan korban jiwa.
“Status tanggap darurat sudah kami tetapkan. Fokus kami terutama di Taraju dan Salawu karena di sana ada korban jiwa. Kalau Cisayong lebih ke dampak pohon tumbang dan longsor, jadi belum masuk kategori tanggap darurat yang melibatkan korban,” jelas Cecep usai menghadiri apel.
Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Bupati menyatakan telah menandatangani surat tanggap darurat bencana yang berlaku selama 14 hari ke depan.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kecamatan terdampak, namun dengan penekanan khusus di wilayah yang mencatat korban meninggal dunia.
“Kita tidak hanya menandatangani status tanggap darurat, tetapi juga langsung melakukan pemetaan wilayah bencana. Nantinya saya bersama Forkopimda akan turun langsung ke lokasi terdampak, terutama di Salawu yang sampai saat ini masih ada korban yang belum ditemukan,” ungkapnya.
Pemkab Tasikmalaya juga memastikan bahwa seluruh unsur terkait, seperti Dinas Sosial, BPBD, hingga Basarnas telah dilibatkan dalam upaya penanganan.
Bantuan logistik dan kebutuhan darurat disebutkan telah disiapkan dan sebagian sudah disalurkan langsung ke lapangan.
“Dinas Sosial sudah kami kerahkan ke lokasi. BPBD dan Basarnas juga kami undang untuk koordinasi, terutama menyangkut upaya pencarian dan penyelamatan di titik longsor di Salawu,” tambah Cecep.
Ia juga menyoroti tingginya potensi kebencanaan di Kabupaten Tasikmalaya, yang menurutnya menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam. Mulai dari tanah longsor, banjir, hingga angin kencang kerap melanda berbagai daerah di kabupaten ini.
“Sejak akhir Juni lalu, bencana mulai menghantam beberapa titik. Pemerintah tak bisa hanya melihat skala bencana. Kewajiban kita adalah memastikan masyarakat tetap aman dan sigap menghadapi ancaman,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Cecep menyerukan agar seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa ikut berperan aktif.
Ia berharap agar kesiapsiagaan ini menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya tanggap bencana di semua lini masyarakat.
“Kami minta seluruh stakeholder di tingkat kecamatan agar menyampaikan pesan kesiapsiagaan ini ke setiap desa. Desa harus siaga,” tegasnya.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan