Tasikmalaya, MNP – Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi sosial kemanusiaan dengan menggelar santunan rutin untuk anak yatim, fakir miskin, dan jompo,
Kegiatan ini digelar di Sekretariat LSM PADI Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/06/2025) ini mengusung semangat “Save Kota Tasik: Sejuta Cinta, Bukan Sejuta Luka.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keberkahan untuk agenda santunan mingguan yang telah berlangsung konsisten selama hampir delapan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua LSM PADI, Iwan Restiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan Allah SWT untuk terus berbagi kepada sesama.
“Alhamdulillah, ini semua berkat izin dan rahmat Allah SWT. Kami hanya menjalankan amanah sebagai bentuk ibadah sosial. Subhanallah, kegiatan ini sudah berjalan hampir delapan tahun dan kami laksanakan setiap minggu tanpa henti bersama para anggota yang dengan sukarela membantu,” ujarnya penuh haru.
Menurut Iwan, kegiatan ini adalah bentuk nyata dari rasa kepedulian terhadap sesama yang patut dicontoh, khususnya oleh masyarakat luas dan juga pemerintah.
“Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi panggilan nurani. Kami ingin agar anak-anak yatim, fakir miskin, dan jompo di Kota Tasikmalaya bisa merasa diperhatikan dan bahagia, seperti masyarakat pada umumnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga mengingatkan pentingnya peran serta pemerintah kota dalam mendukung kelompok rentan seperti anak yatim dan kaum dhuafa.
Ia mengutip QS. An-Nisa ayat 36 sebagai dasar pijakan moral
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”
LSM PADI mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan, memperluas kasih sayang, dan tidak lelah menjadi pelita bagi sesama.
“Karena menurut kami, Tasikmalaya harus menjadi kota dengan “sejuta cinta, bukan sejuta luka,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan