PT KAI Tingkatkan Sosialisasi, Akibat 74 Orang Tewas Tertabrak Kereta di Perlintasan Wilayah Daop Semarang

Rabu, 18 Juni 2025 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, MNP – Selama periode 2019 hingga Mei 2025 di Daerah Operasi 4 Semarang, sebanyak 74 orang tewas akibat kecelakaan di perlintasan KAI.

Sementara, kurang lebih 33 orang mengalami luka ringan dan 32 orang mengalami luka berat dalam periode yang sama.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, fakta ini menjadi pengingat penting bahwa perlintasan sebidang masih merupakan titik kritis yang memerlukan perhatian, kepedulian, dan kepatuhan dari seluruh pengguna jalan.

Dia mengatakan, dalam periode tersebut, kasus kecelakaan yang terjadi mencapai 150 kejadian. Menurutnya, kecelakaan lebih banyak terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, yakni sebanyak 105 kejadian.

“Dari jumlah tersebut, 87 kasus melibatkan kendaraan mobil dan 66 kasus melibatkan sepeda motor. Sementara, kecelakaan di perlintasan sebidang yang dijaga mencapai 48 kejadian,” jelasnya.

Menurut Franoto, faktor utama penyebab kecelakaan ini di antaranya, kurangnya kesadaran masyarakat saat melintasi perlintasan, penggunaan gawai saat melintas rel, hingga adanya perlintasan liar tanpa izin resmi.

Selain kecelakaan di perlintasan, Franoto mengatakan, ada juga kejadian warga tertemper atau tertabrak kereta api di jalur rel. Hingga bulan Juni, ada 90 kejadian warga tertemper kereta.

Terkait kejadian ini, pihaknya meningkatkan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran warga. Terutama, mendahulukan perjalanan kereta saat melintas di perlintasan.

Franoto mengatakan, PT KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Ditjen Perkeretaapian, dan instansi terkait untuk menertibkan perlintasan sebidang serta melaksanakan edukasi berkelanjutan agar angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

“Kami berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan,” pungkas Franoto.

Berbagai upaya preventif dan edukatif secara konsisten dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan raya dan perjalanan kereta api.

Loading

Penulis : Saroyo

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan
Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’
Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK
PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab
Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan

Minggu, 19 April 2026 - 16:56 WIB

Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’

Minggu, 19 April 2026 - 15:33 WIB

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 April 2026 - 15:03 WIB

PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Berita Terbaru

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat

Berita terbaru

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:33 WIB