Pakpak Bharat, MNP – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional terus ditindak lanjuti.
Hari ini Tim Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melakukan pengukuran dan pematokan lahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dimaksud di Dusun Pangkalen, desa Siempat Rube IV, kecamatan Siempat Rube.
Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Pemerintah yang menyediakan pendidikan dalam format sekolah berasrama (Boarding School).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutuskan mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Kabupaten Pakpak Bharat menjadi salah satu Daerah perioritas Pemerintah Pusat dalam program ini dibawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan semangat, Franc Bernhard Tumanggor, Bupati Pakpak Bharat menyambut baik dengan segera menyerahkan sebidang tanah miliknya yang akan diperuntukkan bagi Pembangunan Sekolah Unggul dimaksud.
Kepala Dinas Sosial Pakpak Bharat, Supardi Padang menjelaskan, lahan ini dipersiapkan untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat nantinya.
“Semoga sekolah unggul yang kita harapkan bisa membantu mendorong dan membangun SDM Pakpak Bharat yang unggul,” jelas Supardi Padang di lokasi, Selasa (22/04/2025).
Sementara, Sekjen Kemensos, Robben Rico saat menerima dokumen hibah tanah dimaksud berjanji, pihaknya akan segera menindak lanjuti kesediaan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam program pembangunan Sekolah Rakyat ini.
Hal ini menurutnya terlihat dari kesiapan lahan yang telah disediakan oleh Pemerintah Pakpak Bharat untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat nantinya.
“Harapan kita jelas, dari awal Pak Presiden ingin anak-anak di seluruh Indonesia tidak ada satu pun yang tidak bisa memperoleh akses pendidikan,” kata Robben Rico.
“Jika kita bicara tentang Kabupaten Pakpak Bharat, maka jelas harapan kita cuma satu nantinya, tidak ada lagi keluarga miskin di Kabupaten Pakpak Bharat,” tegasnya.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan