Terkait Pemeliharaan PJU Mati, Dishub Kota Tasikmalaya Bantah Pernyataan Ketua Komisi III

Senin, 17 Februari 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya melalui Kasi Fasilitas Lalu Lintas Yusep Suteddy. S.T membantah pernyataan Ketua Komisi III DPRD Anang Safaat yang menyebutkan tahun 2024 tidak ada anggaran untuk pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati.

Yusep Suteddy menjelaskan, untuk perawatan PJU di tahun 2024 itu kurang lebih Rp 800 Juta. Itu juga anggarannya sudah ditotal antara dari Pemerintah Kota dan dari Pokir dewan yang angkanya untuk Pokir dewan kurang lebih Rp 200 Jutaan.

“Jujur semuanya benar benar minim untuk perawatan PJU yang kurang lebih ada 1300 titik di wilayah Kota Tasikmalaya mengalami mati atau padam,” jelas Yusep Suteddy diruang kerjanya, Senin (17/02/2025).

Dishub Kota Tasikmalaya selalu melaporkan terkait dengan anggaran termasuk anggaran perawatan PJU dengan jumlah total kurang lebih hampir 12 ribuan.

“Termasuk pemasangan tahun 2024 menjelang pileg kurang lebih 300 titik PJU,” beber Yusep Suteddy.

Perbedaan statement antara Ketua Komisi III dengan pihak Dishub Kota Tasikmalaya ini menjadi sebuah pertanyaan besar dalam komunikasi dan transparansi antara kedua belah pihak.

Perlu adanya evaluasi dalam komunikasi, pasalnya permasalahan PJU mati dari tahun ke tahun tidak pernah selesai dengan alasan sama yaitu minimnya anggaran.

Padahal dalam permalasahan PJU, masyarakat wajib menikmati penerangan, karena masyarakat telah membayar pajak melalui pembelian token listrik dan pembayaran listrik sistem bulanan.

Angka pendapatan dari Pajak PJU juga cukup fantastis hampir Rp 3,5 Miliar per bulan. Sedangkan kewajiban Pemkot Tasikmalaya ke PLN kurang lebih Rp 2,2 Miliar perbulan. Jelas surplus kurang lebih 1 Miliar per bulan masih ada.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan lagi ke Ketua Komisi III Anang Safaat melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan jawaban.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 
Luruskan Isu Akses Jalan, Ini Klarifikasi Komite SMAN 11 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 November 2026 - 16:20 WIB

Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi

Berita Terbaru