Tasikmalaya, MNP – Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya melalui Kasi Fasilitas Lalu Lintas Yusep Suteddy. S.T membantah pernyataan Ketua Komisi III DPRD Anang Safaat yang menyebutkan tahun 2024 tidak ada anggaran untuk pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati.
Yusep Suteddy menjelaskan, untuk perawatan PJU di tahun 2024 itu kurang lebih Rp 800 Juta. Itu juga anggarannya sudah ditotal antara dari Pemerintah Kota dan dari Pokir dewan yang angkanya untuk Pokir dewan kurang lebih Rp 200 Jutaan.
“Jujur semuanya benar benar minim untuk perawatan PJU yang kurang lebih ada 1300 titik di wilayah Kota Tasikmalaya mengalami mati atau padam,” jelas Yusep Suteddy diruang kerjanya, Senin (17/02/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dishub Kota Tasikmalaya selalu melaporkan terkait dengan anggaran termasuk anggaran perawatan PJU dengan jumlah total kurang lebih hampir 12 ribuan.
“Termasuk pemasangan tahun 2024 menjelang pileg kurang lebih 300 titik PJU,” beber Yusep Suteddy.
Perbedaan statement antara Ketua Komisi III dengan pihak Dishub Kota Tasikmalaya ini menjadi sebuah pertanyaan besar dalam komunikasi dan transparansi antara kedua belah pihak.
Perlu adanya evaluasi dalam komunikasi, pasalnya permasalahan PJU mati dari tahun ke tahun tidak pernah selesai dengan alasan sama yaitu minimnya anggaran.
Padahal dalam permalasahan PJU, masyarakat wajib menikmati penerangan, karena masyarakat telah membayar pajak melalui pembelian token listrik dan pembayaran listrik sistem bulanan.
Angka pendapatan dari Pajak PJU juga cukup fantastis hampir Rp 3,5 Miliar per bulan. Sedangkan kewajiban Pemkot Tasikmalaya ke PLN kurang lebih Rp 2,2 Miliar perbulan. Jelas surplus kurang lebih 1 Miliar per bulan masih ada.
Ketika hal tersebut dikonfirmasikan lagi ke Ketua Komisi III Anang Safaat melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan jawaban.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan