PDA Garut Gelar In House Training Layanan Kesehatan Inklusif

Jumat, 7 Februari 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Garut menggelar In House Training Layanan Kesehatan Inklusif bagi beberapa Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Garut.

Acara tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (7/2/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, dengan pemateri yakni drg. Yus Ruseno – Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Barat hingga Rita Tri Haryani – Kepala Bagian Usaha Mandiri Disability Inclusion Specialist Resource Center Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

Kabid Kesmas Dinkes Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PD Aisyiyah Garut, terlebih menurutnya kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh Kabupaten Garut saja, akan tetapi diikuti secara virtual oleh seluruh majelis kesehatan Aisyiyah di Jawa Barat.

dr Tri merasa ini sebuah wujud nyata bahwa layanan kesehatan itu tidak membeda-bedakan status lagi, terutama kaum disabilitas yang mungkin secara tekad ingin memberikan layanan tapi kesiapan Fasyankes seperti apa, fasilitasnya seperti apa, sarana prasarana, tenaganya SOP-nya, kebijakannya sudah ada belum?

“Saya rasa ini sebuah hal yang sangat baik sekali Aisyiyah berperan dalam ingin memberikan pelatihan layanan kesehatan untuk semuanya,” ujar dr. Tri.

Ia berharap semua pihak dapat berperan dalam memberikan layanan kesehatan inklusif ini, sehingga layanan kesehatan bisa diberikan kepada semua orang.

Sementara itu, Kepala Bagian Usaha Mandiri Disability Inclusion Specialist Resource Center Pusat Rehabilitasi YAKKUM juga selaku Fasilitator In House Training Layanan Kesehatan Inklusif, Rita Tri Haryani, menuturkan, pada kesempatan ini pihaknya ingin melihat langsung bagaimana kesadaran nakes akan pentingnya mengupayakan layanan kesehatannya menjadi inklusif.

Sehingga, dalam kegiatan ini pihaknya menyampaikan beberapa materi mulai dari arti disabilitas, ragam disabilitas, hingga cara berinteraksi bdan berkomunikasi dengan disabilitas, yang harapannya bisa membuka wawasan para peserta untuk bisa mengimplementasikannya di layanan masing-masing.

“Sampai pada mungkin tindaklanjutnya ada nanti kita akan lihat rencana jangka pendek apa yang akan mereka bisa lakukan, sehingga layanan kesehatan inklusif itu bisa diwujudkan karena itu bagian dari kebijakan pemerintah juga,” tutur Rita.

Ia memaparkan layanan kesehatan inklusif adalah layanan yang terbuka untuk siapapun, sehingga layanan kesehatan tersebut harus siap untuk menerima pasien dengan kondisi apapun, baik itu lansia hingga disabilitas, di mana menurutnya mereka mempunyai banyak hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.

Ia pun berharap Aisyiyah bisa menjadi pioneer dalam mendorong setiap layanan kesehatan untuk bisa terbuka kepada siapapun.

Di tempat yang sama, Ketua PD Aisyiyah Garut, Eti Nurul Hayati, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Nakes dari 7 Puskesmas yang ada di Kabupaten Garut, kemudian dari Klinik Muhammadiyah Garut Kota, Klinik Darul Arqam, hingga majelis kesehatan Aisyiyah se-Provinsi Jawa Barat yang mengikuti secara virtual.

Eti memaparkan tujuan diselenggarakannya In House Training Layanan Kesehatan Inklusif ini yaitu sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh khususnya disabilitas, sehingga para penyandang disabilitas bisa tetap hidup sehat, produktif, dan bermartabat.

Selain itu, imbuh Eti, tujuan kegiatan ini untuk memberikan wawasan bahwa penyandang disabilitas berhak memperoleh akses atas fasilitas layanan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang sesuai standar, aman, bermutu, dan terjangkau.

Adapun tindaklanjut dari kegiatan ini, imbuh Eti, akan ada satu model pelayanan disabilitas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Garut.

Eti berharap bahwa layanan kesehatan inklusif dapat tersedia di semua Faskes dan di berbagai tingkatan, jadi ada tingkatan dari Puskesmas atau tingkatannya kecamatan.

“Kemudian dari tingkatan kabupaten (seperti) rumah sakit-rumah sakit besar, Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kabupaten Garut semuanya itu ada khusus untuk kemudahan para penyandang disabilitas,” ucapnya.

Ia juga berharap dengan kegiatan ini terdapat sinergitas dan dukungan dari multi pihak, baik dari pemerintah, penyedia layanan, organisasi atau komunitas disabilitas, ormas dan lainnya, untuk mengembangkan layanan bagi penyandang disabilitas atau layanan kesehatan inklusif.

Lanjut Eti, yang ketiga ini Aisyiyah memandang tenaga kesehatan ini sangat memegang peran sentral, maka saat ini kami mengundang atau yang menjadi peserta adalah dari Faskes ya, ini juga diharapkan (bisa) memastikan bahwa pelayanan yang diberikan bersifat inklusif.

“Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas, jadi semuanya ini (sebenarnya) sudah memberikan layanan tetapi (harapannya) ada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” tandasnya.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Keraton Yogyakarta Tetap Menjadi Magnet Wisatawan Lokal hingga Mancanegara
Panen Tawa, Spontan Bhabinkamtibmas Mekarwangi Naik Panggung Imtihan Al Huda
Dandim 0612/Tasikmalaya Klarifikasi Video Viral “Darurat Agraria” di Karangjaya, Ini Penjelasannya
Manjakan Anak dan Keluarga, The Nice Playland Tasikmalaya, Destinasi Liburan Hits Ramah Anak
Drama 2x Adu Penalti! UNIMEN Taklukkan Tuan Rumah & UMPAR, Sabet Juara Rektor Cup III UNISMUH 2026
Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa
Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang
Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:30 WIB

Keraton Yogyakarta Tetap Menjadi Magnet Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:00 WIB

Panen Tawa, Spontan Bhabinkamtibmas Mekarwangi Naik Panggung Imtihan Al Huda

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42 WIB

Dandim 0612/Tasikmalaya Klarifikasi Video Viral “Darurat Agraria” di Karangjaya, Ini Penjelasannya

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:32 WIB

Manjakan Anak dan Keluarga, The Nice Playland Tasikmalaya, Destinasi Liburan Hits Ramah Anak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:29 WIB

Drama 2x Adu Penalti! UNIMEN Taklukkan Tuan Rumah & UMPAR, Sabet Juara Rektor Cup III UNISMUH 2026

Berita Terbaru