Terkait Minyak Atsiri, Wabup Pakpak Bharat Kunjungi Pusat ARC di Unsyah Kuala Banda Aceh

Kamis, 23 Januari 2025 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, MNP – Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd mengunjungi pusat Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syah Kuala, Banda Aceh.

Kunjungan tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor untuk mengembangkan potensi minyak atsiri di Kabupaten Pakpak Bharat.

Kehadiran Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin diterima oleh Kepala ARC Universitas Syah Kuala, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, ME, Kamis (23/01/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada Syaifullah, Mutsyuhito menjelaskan kondisi pengembangan dan pengelolaan nilam Pakpak Bharat yang masih dilakukan secara sederhana dan tradisional, sehingga mempengaruhi pada kwalitas minyak atsiri yang dihasilkan yang kemudian berdampak pada rendahnya nilai jual minyak dimaksud.

“Kami selaku Pemerintah Pakpak Bharat menginginkan adanya sebuah sistem dan pola pembudidayaan nilam hingga kehilirisasinya guna menjamin kesejahteraan para petani nilam,” pinta Mutsyuhito.

Syaifullah Muhammad selaku Ketua ARC Universitas Syah Kuala berjanji bahwa pihaknya akan membantu Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat dalam mengembangkan tanaman nilam yang berkualitas tinggi sesuai standar yang dibutuhkan pasar dunia saat ini.

Dia juga berkisah tentang peta perjalanan panjang dari penelitian nilam yang mereka lakukan. Kebermanfaatan publik dihadirkan lewat keterlibatan banyak pihak mulai dari hulu ke hilir pada pengembangan inovasi pengolahan nilam.

Saat ini ada 6 desa dan 285 petani nilam di Aceh yang mendapatkan pembinaan dibawah ARC terkait pengembangan nilam dan ekstraksinya sehingga mampu melakukan ekspor sebanyak 21 kali.

Kalau dulu petani menyuling nilam menggunakan drum, hasilnya hitam. Namun sekarang sudah memakai stainless sehingga hasilnya lebih jernih sehingga lebih mahal.

Adapun, yang tadinya para pengumpul minyak nilam menentukan harga sesuka hati, sekarang bisa lebih stabil, karena dipasaran harga minyak tetap stabil.

“Dari sini juga kami di ARC mulai berfikir bahwa kami harus membuat produk turunan agar minyak nilam dari petani bisa terus diserap dengan harga stabil,” jelas Syaifullah Muhammad.

Syaifullah mengungkapkan saat ini ARC telah memiliki jenis produk, termasuk parfum, perawat kulit, sabun, cairan cuci tangan, hingga pengharum ruangan.

“Parfum nilam paling banyak laku di pasaran, mencapai 40 persen dari total produk,” ungkap Syaifullah kemudian.

Pertemuan ini ditutup dengan sebuah kesepakatan untuk membangun sebuah kerja sama antara Pemerintah Pakpak Bharat dengan Universitas Syah Kuala tentang pengembangan tanaman nilam.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Hafal Al-Qur’an Sambil Nikmati Alam Galunggung, Aksi Keren Kelas Siswa KUCI SMPN 5 Tasikmalaya
Sengketa Proyek Rp47 Miliar Bergulir, Sidang Perdana Digelar di Pengadilan Negeri Tasikmalaya
Bupati dan Wakil Bupati Diperiksa KPK, Warga Bogor Raya Mengaku Malu
Tragedi Berdarah di Dusun Tengah: Dipicu Persoalan Lama, Pria Tewas Ditebas Parang
Lurah Empangsari Apresiasi Zapatas Cup Tok Tak, Dorong Jadi Agenda Rutin Setiap Oktober
Teka-Teki Pembacokan Bobotoh Terkuak: Polisi Tegaskan Tak Ada Kaitan Rivalitas Suporter
Youth Fest 2026 di Taraju, Wabup Asep Sopari Apresiasi Kreativitas dan Kekompakan Pemuda Tasikmalaya
DPW PKB Sumut Pacu Kinerja DPC Lewat Pengukuhan dan Rakercab Serentak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Hafal Al-Qur’an Sambil Nikmati Alam Galunggung, Aksi Keren Kelas Siswa KUCI SMPN 5 Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Sengketa Proyek Rp47 Miliar Bergulir, Sidang Perdana Digelar di Pengadilan Negeri Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Diperiksa KPK, Warga Bogor Raya Mengaku Malu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Tragedi Berdarah di Dusun Tengah: Dipicu Persoalan Lama, Pria Tewas Ditebas Parang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Lurah Empangsari Apresiasi Zapatas Cup Tok Tak, Dorong Jadi Agenda Rutin Setiap Oktober

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bupati dan Wakil Bupati Diperiksa KPK, Warga Bogor Raya Mengaku Malu

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:28 WIB