Tasikmalaya, MNP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jawa Barat, khususnya di Kota Tasikmalaya, berhasil merencanakan dan merancang program inovatif bernama “Safe City”.
Program ini dipimpin oleh Direktur Lembaga Humaniora BEM PTNU Jawa Barat, Arya Eka Bimantara, dan mendapat dukungan penuh dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai organisasi masyarakat (ormas).
Program “Safe City” lahir sebagai respons terhadap meningkatnya isu keamanan di Kota Tasikmalaya, yang dikenal sebagai kota santri dengan nilai-nilai luhur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun memiliki perda tata nilai yang kuat, tantangan seperti tindak kriminal, peredaran narkoba, dan pergaulan bebas semakin mengkhawatirkan.
Dalam konteks ini, BEM PTNU berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Arya Eka Bimantara menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang mendukung keamanan masyarakat. Beberapa strategi yang direncanakan dalam program “Safe City” antara lain:
1. Peningkatan Keamanan di Wilayah Rawan: Melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan tindak kriminal dan meningkatkan pengawasan di area tersebut.
2. Edukasi Masyarakat: Mengadakan seminar dan workshop untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
3. Kolaborasi dengan Pihak Berwenang: BEM PTNU akan bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan penegakan hukum yang adil dan efektif.
4. Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau dan melaporkan kejadian-kejadian yang mencurigakan secara real-time dan sigap.
Dukungan dari Forkopimda dan ormas sangat penting dalam pelaksanaan program ini. Dalam pertemuan audiensi yang diadakan pada jumat, 08 November 2024, para pemimpin daerah menyatakan komitmen mereka untuk mendukung inisiatif BEM PTNU.
Mereka sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Dengan diluncurkannya program “Safe City”, BEM PTNU berharap dapat mengurangi angka kriminalitas dan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi masyarakat.
Arya menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat.
“Kami ingin semua pihak terlibat dalam menjaga keamanan kota kita. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan Kota Tasikmalaya yang lebih aman dan beradab.
Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, BEM PTNU optimis bahwa program “Safe City” dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan