Tasikmalaya, MNP – Sebagai rutinitas tiap tiga bulan sekali, UPTD Puskesmas Bungursari kota Tasikmalaya usai menggelar Lokakarya Mini Triwulan Lintas Sektoral, Kamis (24/10/2024)
Kapus Bungursari dr. Eko Anggoro Yulistyaji mengatakan, lokakarya mini ini untuk melaporkan ke tingkat kecamatan terkait program yang sudah dikerjakan.
“Bukan saja hasil dari kerja puskesmas tapi hasil dari kerja kolaborasi stakeholder lintas sektor yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bungursari,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait angka stunting sesuai penimbangan balita terakhir bulan Agustus dan sudah divalidasi untuk wilayah kerja Puskesmas Bungursari diangka 11,2 persen mencakup 2 kelurahan Cibunigeulis dan Bungursari.
“Untuk pencegahan stunting terus kita upayakan kegiatan optimalisasi percepatan penurunan stunting dengan pemberian fokus ke gizi kurang, anak gizi kurang yang berpotensi stunting diberi makanan tambahan,” ujar dr Eko.
UPTD Puskesmas Bungursari memiliki beberapa inovasi terkait dengan program kerja, seperti Kibas Kipop, lalu program untuk ODGJ.
“Misalnya pada ODGJ, kita lebih memudahkan akses kesehatan, jadi ODGJ ini kan hak yang sama untuk mengakses pelayanan kesehatan dan tentunya butuh syarat administrasi,” ujarnya.
“Nah ini dipermudah, kita buatkan KTP, KIS biar teman lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas,” bebernya.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan