PJ Bupati Bogor Ngamuk, Rekor Muri Ngaliwet Gagal

Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibinong, MNP – Pemecahan record Muri ngaliwet dalam rangka HUT RI ke 79 tidak sesuai ekspektasi, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu dikabarkan naik pitam.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Suryanto bahwa gagalnya pemecahan record Muri ngaliwet itu disebabkan oleh Kepala Desa dan Camat yang tidak berkomitmen dalam perayaan HUT RI pada kemarin Minggu 11 Agustus 2024.

“Kepala desa dan camat memang ikut berpartisipasi dalam ivent bersama (ngaliwet) itu, tapi ternyata ada yang tidak komit,” katanya, Senin (12/08/2024).

Suryanto menilai, bahwa ketidak pahaman kepala desa yang menyebabkan gagalnya pencapaian record muri 17.000 nasi liwet dalam acara semarak kemerdekaan.

“Mungkin ketidak pahaman kades atau apa. Dan bahkan ada yang ngasih bukan berbentuk besek, padahal kita sudah meminta dalam bentuk besek bambu,” kesal Suryanto..

Dirinya menyebut ada yang memberikan nasi bungkus dan ada juga yang tidak peduli dalam pencapaian record muri itu, sebab pihaknya hanya mencapai 15.000 nasi liwet.

“Dia ngasihnya nasi bungkus, ada juga yang tidak peduli dan ada yang mereka pegang lalu dimakan sendiri. Seharusnya disetor dulu baru dikembalikan lagi, tapi mereka ga sabar karena lapar dan kemarin pencapaiannya itu 15 ribu, yah seharusnya masuk,” ungkapnya.

Namun meskipun begitu ia mengaku ada beberapa pejabat yang telah dipanggil untuk diminta evaluasi (komitmen) saat pelaksanaan acara.

“(Kades) ga ada (dipanggil). Paling camatnya diingatkan lagi, Padahal inikan pesta rakyat dan itu bawa untuk mereka juga dan itu simbolis membawa bekal dalam gerak jalan kemarin,” pungkas Suryanto.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?
Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan
Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 
Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi
Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita
Soal Rangkap Jabatan Dewan Pengawas RSUD dr. Soekardjo, Irfan: Jangan Sampai Pengawasan Kehilangan Independensi
Dugaan Penguasaan 171 SHM di Luar HGU Memanas, Potensi PAD Bartim Disorot
Peringati World Clean Up Day, SMAN 6 Tasikmalaya Gelar Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:37 WIB

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 September 2026 - 14:00 WIB

Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan

Jumat, 18 September 2026 - 11:25 WIB

Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Tanggapi Berita Paguyuban Online Bersatu, Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Tarif dan Komisi

Jumat, 18 September 2026 - 10:50 WIB

Kasus Curat Mobil Pantai Sanggar Beach: Buron 6 Bulan, BH Diciduk Kunci Duplikat Disita

Berita Terbaru

Berita terbaru

TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:37 WIB