Miris!! LPLHI Kota Tasik Sebut Zona Hijau Terus Menipis Efek Perumahan dan Galian C 

Minggu, 11 Agustus 2024 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Terkait dengan kondisi Alam di kota Tasikmalaya, dirasa cukup miris karena banyaknya Zona Hijau yang dijadikan perumahan dan pertambangan galian C.

Otomatis, apa yang digerus ini otomatis banyak ruang terbuka hijau yang beralih fungsi. Seharusnya pemerintah bertanggung jawab karena kadar oksigen di kota Tasikmalaya semakin hari semakin berkurang.

Hal itu dikatakan Asep Solehudin alias Asep Depo selaku ketua DPD-Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya, pasca kegiatan aksi bersih bersih yang di inisiasi oleh DPC PDIP Kota Tasikmalaya. Minggu (11/08/2024).

Asep Depo sendiri sangat mengapresiasi dengan kegiatan kegiatan yang di laksanakan oleh PDI Perjuangan yang mana selalu hadir dan ikut peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, PDI Perjuangan selalu tampil terdepan dalam setiap momentum seperti Hari Pohon Sedunia, hari Bumi dengan penanaman pohon.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya acara seperti sekarang di Hari Konservasi Alam Nasional, PDI Perjuangan melaksanakan kegiatan seperti ini dan ini sangat tepat sekali,” ungkap Asep Devo.

Di singgung dengan perhatian pemerintah Kota Tasikmalaya terkait dengan kondisi Lingkungan Alam, Asep Devo menyebut, pemerintah harus bisa lebih meningkatkan perhatiannya, khususnya lahan lahan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah.

“Tolonglah ketika ada lahan yang sudah dibebaskan Pemkot Tasikmalaya tolong tanami dan pelihara, karena kan di situlah akan menghasilkan oksigen oksigen untuk wilayah masyarakat kota Tasikmalaya sendiri, seperti di tanami pohon trembesi, seperti pohon mahoni,” pintanya.

Sebagai Ketua LPLHI Kota Tasikmalaya, Asep Devo membeberkan apa yang sudah diperbuat oleh organisasinya setiap ada agenda-agenda terkait dengan Lingkungan Hidup.

“Kami selalu terlibat, seperti kemarin saja bulan lalu kami dengan Polresta Tasikmalaya di hari Bhayangkara ke-78 mengadakan penanaman 1000 pohon di pesantren di wilayah Bungursari,” jelasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Septyan Hadinata: Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Tetapi Tarekat Kebangsaan
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2026 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat
Konsisten Berbagi, CV Assalam Family Rutin Gelar Santunan di Bantarsari Tasikmalaya
Dugaan Konflik Kepentingan Mengemuka di Balik Polemik Proyek Desa Pangkan
Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:41 WIB

Septyan Hadinata: Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Tetapi Tarekat Kebangsaan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:24 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2026 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat

Senin, 1 Juni 2026 - 11:59 WIB

Konsisten Berbagi, CV Assalam Family Rutin Gelar Santunan di Bantarsari Tasikmalaya

Senin, 1 Juni 2026 - 11:11 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan Mengemuka di Balik Polemik Proyek Desa Pangkan

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Berita Terbaru