Indragiri Hulu, MNP – Masyarakat Desa kota Medan kecamatan Kelayang kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau menyayangkan pemberitaan di salah satu media online tentang mutu pembangunan SMAN 2 Kelayang.
Dalam narasi beritanya disebutkan sudah rampungnya pengerjaan proyek yang ada di sekolah tersebut menurutnya itu berita hoax, pasalnya hingga hari ini pengerjaan sekolah tersebut belum rampung, Senin (1/01/2024).
Yuliaro Nazara salah satu warga kota Medan penasaran dengan oknum wartawan yang membuat berita seperti itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa dia dan sumber sudah cek ke lokasi, jangan asal ngomong saja, saya ini hampir tiap hari cek pengerjaan proyek itu, sudah jelas proyek itu sampai sekarang belum selesai,” tegas Yuliaro.
Menurutnya, kalau masalah mutu dan kwalitas bangunan dan rehab ruang kelas serta bangunan gedung laboratorium, dipastikan bangunan itu tidak sesuai spek, cor semen sebagian tidak menggunakan batu krikil itu memang benar.
“Bahkan saya bersedia menunjukkan bagian -bagian mana saja yang tidak menggunakannya, untuk membuktikan itu bongkar saja bila perlu,” cetusnya.
Selain itu lanjut dia, triplek juga tipis, besi yang digunakan juga tidak sesuai, padahal ini menyangkut nyawa, demi keselamatan anak-anak sekolah, siapa yang bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
“Saya tak mau di Desa saya di buat bangunan sekolah asal -asalan, berarti benar oknum wartawan itu sudah di tabok pakai duit seperti yang viral di pemberitaan, sampai dia mau membuat berita tidak sesuai fakta seperti itu,” ujar Yuliaro.
Sementara itu, Kepala Sekolah Bambang yang pernah mengatakan hal yang sama mengenai mutu dan kwalitas bangunan tersebut memilih bungkam saat ini saat dikonfirmasi ulang wartawan.
“Saya tidak tahu soal itu, kata dinas provinsi saya hanya berhak terima kunci jadi saya tidak ikut campur lagi,” dalihnya.
Parahnya, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) T.A 2023 pelaksana swakelola Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Riau seharusnya sudah selesai pada 30/12/2023 terhitung dari 03 Juli 2023 namun hingga saat ini pengerjaan proyek tersebut belum selesai.
Menanggapi hal ini Ketua Tim DPP Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Rudi Walker Purba mengatakan, dengan nilai mencapai miliaran rupiah dan pengerjaan seperti asal jadi itu sudah bisa di bilang jadi ajang korupsi.
Rudi menyebut, informasi yang didapat untuk penghentian berita, adanya suap ke oknum wartawan dari dinas provinsi dan pihak pemborong.
“Kalau seperti ini benar terjadi jelas pihak sekolah sangat di rugikan untuk kenyamanan dan keselamatan kedepannya. Saya minta Gubernur Riau dan pihak- pihak terkait untuk bisa turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya,” tandas Rudi.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan