Kumpulkan Para Kader Posyandu, Murjani Adakan Orientasi Penurunan AKI dan AKB

Minggu, 17 Desember 2023 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Tasikmalaya.

Menyikapi itu, H. Murjani, SE., MM. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Kegiatan Orientasi Penurunan AKI dan AKB bagi kader Posyandu.

Acara yang berlangsung di rumah makan Jalan Swaka tersebut dihadiri para ibu kader posyandu dari empat kelurahan di kecamatan Kawalu diantaranya Gunungtandala, Kersamenak, Talagasari dan Karanganyar.

Murjani mengatakan, kasus AKI dan AKB di kota Tasikmalaya masih besar dan dikaitkan dengan stunting, lantaran itu harus diawali dengan masyarakat kota yang sehat.

“Harus sehat dulu, karena berpengaruh pada penurunan AKI dan AKB, karena hitungan kita 100 hari dari 1000 kelahiran dan ini harus kita turunkan terus,” ucap Murjani, Minggu (17/12/2023).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, berkaitan dengan kesehatan, harus sudah menjaga mulai dari kehamilan dan memastikan ibunya sehat, lalu diperiksa rutin ke Puskesmas.

“Nanti kelihatan yang dikandung sehat tidak bayinya atau bahkan nanti stunting,” ungkap Murjani.

Dirinya menjelaskan, hal itu adalah antisipasi sampai nanti bayi lahir, karena jika bicara AKB dan AKI harus diawali dengan bagaimana masyarakat dari awal semua siap.

“Nah, namun kita kaitkan dengan semua ibu hamil yang memang kondisi ekonominya tidak mampu, itu wajib memiliki kartu jaminan kesehatan yaitu KIS,” jelasnya.

Selain itu, pemicu lain AKB dan AKI di Kota Tasikmalaya karena belum maksimal persiapan. Sebab beberapa yang terlihat dari data, memang resiko-resiko yang terjadi tadi apabila memang pemahaman nikah yang masih kurang bagi pengantin usia muda.

Murjani menekankan terhadap para kader posyandu sendiri untuk terus semangat melayani masyarakat, terlebih sekarang ada program makanan tambahan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah.

Meski diakuinya, honor para kader posyandu sangat minim, tetap sebagai dewan Murjani memberikan motivasi, karena inilah tugas kemanusiaan dan sosial yang harus dilakukan.

“Saya akui dengan honor kecil tapi peran para kader ini sangat luar biasa, maka hari ini kita kumpulkan memberikan spirit,” pungkas Murjani.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba
Pakpak Bharat Menuju Swasembada Energi: Progres PLTA Kombih III Terus Dikawal Ketat
Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi
Update Desa Wanakerta: Sukses Gelar Bintek BUMDes untuk Dongkrak PADes
Kades Kertajaya Pimpin Bimtek Pembangunan Rumah Sederhana bagi Penerima BSPS
Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih Buntu, Aliansi Bungursari Geruduk Kantor Walikota Tagih Janji Hibah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:46 WIB

Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu

Sabtu, 25 April 2026 - 18:53 WIB

Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci

Sabtu, 25 April 2026 - 12:40 WIB

Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba

Sabtu, 25 April 2026 - 11:03 WIB

Pakpak Bharat Menuju Swasembada Energi: Progres PLTA Kombih III Terus Dikawal Ketat

Jumat, 24 April 2026 - 19:12 WIB

Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi

Berita Terbaru

Ilustrasi

Barito Timur

Opini: Dana PBBKB—Uang Rakyat yang Tersesat di Lorong Birokrasi

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:12 WIB