Tasikmalaya, MNP – Masyarakat tumpah ruah menyaksikan Helaran Budaya Pawai Jampana sebagai rangkaian Milangkala Kota Tasikmalaya ke 22, Sabtu (21/10/2023).
Helaran Budaya Pawai Jampana ini mengangkat tema “Hirup APIK Babarengan” dengan menyuguhkan Pawai Jampana masyarakat dan Fashion Carnaval, 1000 Ambu Midang, Festival Payung Geulis dan Festival Baso.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyadi, S.STP, M.Si dalam laporannya mengatakan, helaran budaya masyarakat kota Tasikmalaya diisi dengan 1000 Ambu Midang dan Payung Geulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini kata Deddy, bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya dan potensi daerah kota Tasikmalaya serta mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya beserta lainnya.
“Sedikitnya, pawai budaya diikuti 7000 orang yang merupakan perwakilan dari tiap kelurahan yang berkolaborasi dengan perangkat daerah di Kota Tasikmalaya,” ucap Deddy Otoy sapaan akrabnya.
Selain itu, ada 1000 orang Ambu Midang yang merupakan perwakilan dari seniwati sanggar seni di Kota Tasikmalaya, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Perawat Indonesia, kemudian sanggar-sanggar, KWT, kader posyandu perwakilan guru SD K3S, dan WBS.
“Yang tak kalah menarik, hari ini diadakan festival baso, lebih dari 12.000 porsi Tasikmalaya hadir dan di gratisan untuk masyarakat yang merupakan sumbangan dan kolaborasi dari para pengusaha UMKM bakso yang bekerja sama dengan perangkat daerah dan sponsor,” terang Deddy.
Ditempat sama, PJ Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah mengaku sangat bahagia karena hari yang super spesial ini diberikan kepada dunia.
“Kita sampaikan kepada Indonesia bahwasanya Kota Tasikmalaya adalah kota yang asik yang menghargai budayanya,” ungkap Cheka Virgowansyah.
Lantaran itu, PJ Wali Kota menyebut, tidak salah kalau hari ini dirinya memakai penutup kepala tradisional dari mendong, juga peserta lainnya pakai pangsi.
Chek pun mengapresiasi Helaran Budaya ini, karena bangsa yang besar adalah yang menghargai budayanya. Dunia boleh maju, teknologi boleh setinggi langit, tapi teknologi yang menghargai budayanya itulah Tasikmalaya.
“Saya secara pribadi maupun dari pemerintah kota Tasikmalaya mengucapkan selamat hari ulang tahun rakyat kota Tasikmalaya. Semoga diusia ke-22 ini Kota Tasikmalaya semakin asik semakin maju danbisa mensejahterakan masyarakatnya,” harap Cheka.
PJ Wali Kota mengibaratkan Kota Tasikmalaya sebagai seorang gadis yang sedang cantik-cantiknya, atau kata Sekda sedang geulisnya, bisa juga kalaulah laki-laki sedang ganteng-gantengnya dan menurut kata Kapolres sedang lucu-lucunya.
“Tapi ingat, suasana sedang lucu-lucunya sedang ganteng-gantengnya, jangan salah jalan, maka kita akan susah kedepannya. Untuk itu mari kita kawal Kota Tasik yang kita cintai ini agar tidak salah pergaulan, agar benar adanya nanti bisa mensejahterakan dan yang terpenting bisa membahagiakan yang pastinya atas dukungan dari semua pihak,” tandasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan