Barito Timur, MNP – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Barito Timur, Lurikto mengatakan, dampak kekeringan akibat kemarau pada musim tanam Asep dari April sampai September tahun ini berimbas pada sektor pertanian sehingga berpotensi gagal panen disebagian wilayah.
Menurut Lurikto, sawah yang berpotensi gagal panen tersebut berada di wilayah kecamatan Paku, kecamatan Dusun Tengah dan kecamatan Pematang Karau. Sementara, untuk kecamatan Paku, desa Tampa, titiknya berada diwilayah Rantau Pusi.
“Sejauh ini langkah antisipasi oleh petani sudah dilakukan, yakni dengan sistem pompanisasi atau menyedot air dan menyalurkannya ke areal sawah untuk menjaga permukaan tanah tetap lembab,” terangnya saat disambangi awak media diruang kerjanya, Selasa (05/09/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurikto menjelaskan, keringnya lahan persawahan di wilayah tersebut juga dikarenakan adanya perbaikan jaringan saluran irigasi.
“Walau demikian kita tetap bersyukur karena dengan baiknya saluran irigasi tersebut tentunya akan berdampak positif bagi para petani kita kedepannya nanti,” kata Lurikto.
Juga diungkapkan, langkah antisipasi dengan melakukan pompanisasi juga dilakukan diwilayah desa Kupang Bersih, kecamatan Pematang Karau.
“Namun untuk wilayah kecamatan Dusun Tengah pompanisasi masih belum dilakukan meskipun sebagian kecil areal persawahan mengalami kekeringan,” terang Lurikto.
Dia melanjutkan, saat ini pihaknya intens turun kelapangan untuk berkoordinasi langsung dengan petani sekaligus melihat langsung kondisi sawah petani.
Dari pantauan lapangan, sampai dengan saat ini, sawah yang mengalami kekeringan persentasenya lebih kecil. Sehingga Lurikto optimis, bila musim kemarau ini berakhir pertengahan September ini, produksi gabah petani tetap maksimal.
“Yang kita takutkan, bila kemarau tahun ini sampai bulan Oktober, potensi gagal panen akan menjadi lebih besar, tapi mudah-mudahan alam berpihak pada kita sehingga apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan