Kurangi Polusi Udara, TPA Ciangir Kota Tasikmalaya Disemprot Eco Enzyme

Selasa, 29 Agustus 2023 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya dibantu oleh beberapa komunitas atau forum melakukan penyemprotan Eco Enzyme di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Selasa (29/08/2023).

Kegiatan tersebut dalam rangka mengurangi bau busuk atau polusi udara dan mengembalikan kesegaran udara serta mengurangi kadar gas metan.

Eco Enzyme yang berasal dari Fermentasi limbah buah dan sayuran, di campur dengan olase atau larutan gula merah dan air, dengan rasio tertentu yaitu 1,3,9 merupakan bahan dari limbah yang punya manfaat banyak sekali fungsinya.

Salah satunya untuk mengembalikan kwalitas udara, mengurangi Bau terus mengembalikan kesuburan tanah di antaranya, bahkan mengobati luka di kulit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deni Diyana mengatakan, pihaknya menyemprotkan larutan Eco Enzyme sekitar 10.000 Liter dengan rasio echo Enzim murni dengan air 1 banding 250 bair.

“Jadi secara total Eco Enzyme murni yang kita semprotkan sekarang sekitar 40 kg / Liter,” jelas Deni disela melakukan penyemprotan Echo Enzim di lokasi TPA Ciangir.

Dirinya menyebut, program Eco Enzyme tersebut akan di lakukan secara continue, sebab kalau hanya satu kali tidak akan kelihatan hasilnya.

“Jadi mungkin sebulan kedepan akan saya semprot lagi bersama BPBD Kota Tasikmalaya dalam teknis penyemprotan,” kata dia.

Deni menjelaskan, untuk membuat Eco Enzyme itu murah tapi agak sulit didapat, karena yang membuat Echo Enzim di Tasikmalaya masih sedikit.

“Meskipun dari bahan dasar limbah tapi masyarakat belum banyak yang faham, yang tau faham dan tau tentang membuat Eco Enzyme,” tuturnya.

Deni sendiri berpesan kepada masyarakat bahwa masyarakat mulai sekarang harus memilah sampah dri rumahnya mana sampah organik dan sampah kering.

Menurutnya, sekarang itu bukan lagi jargonnya buanglah sampah pada tempatnya, tetapi ayo pilah sampah dari rumah.

“Diharapkan masyarakat mulai dari pengurusan membiasakan memilah sampah organik, sisa makanan dan juga sampah kering dipisahkan dari rumah, apalagi sampah organik bisa menjadi kompos,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Momentum Tasyakur Maulid Nabi, Masjid Al-Mu’minun Kampung Bengkok 1 Siap Difungsikan
Diky Chandra Apresiasi Kembali Aktifnya Majelis Taklim Ibadurrohman
Diduga Nunggak Pajak Rp3,3 Miliar, LPJ Koperasi Paku Janang Membangun Tuai Pertanyaan
Pekerja Sekaligus Mahasiswa! UNSA Makassar Resmi Tarik KKN Kampus Angkatan XXIX
Politisi Senior Enrekang Andi Nasir: HGU PTPN XIV Mati Sejak 2003, Kini Jadi Masalah Kemanusiaan 
Masyarakat Soroti Perbaikan Jalan Komplek Perumahan, Diduga Gunakan APBD Kabupaten
Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya U-40 Bergulir, Enam Laga Siap Memanas di Stadion Wiradadaha
HUT ke 48 GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya: Perkuat Persaudaraan, Sinergi dan Pengabdian untuk Negeri 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 01:42 WIB

Momentum Tasyakur Maulid Nabi, Masjid Al-Mu’minun Kampung Bengkok 1 Siap Difungsikan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:22 WIB

Diky Chandra Apresiasi Kembali Aktifnya Majelis Taklim Ibadurrohman

Sabtu, 12 September 2026 - 18:02 WIB

Diduga Nunggak Pajak Rp3,3 Miliar, LPJ Koperasi Paku Janang Membangun Tuai Pertanyaan

Sabtu, 12 September 2026 - 17:54 WIB

Pekerja Sekaligus Mahasiswa! UNSA Makassar Resmi Tarik KKN Kampus Angkatan XXIX

Sabtu, 12 September 2026 - 17:27 WIB

Politisi Senior Enrekang Andi Nasir: HGU PTPN XIV Mati Sejak 2003, Kini Jadi Masalah Kemanusiaan 

Berita Terbaru

Berita terbaru

Diky Chandra Apresiasi Kembali Aktifnya Majelis Taklim Ibadurrohman

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:22 WIB