Tasikmalaya, MNP – Irjen Pol ( P ) DR Drs H. Anton Charliyan, M.P.K.N (Abah Anton) budaya Sunda tidak bisa dipisah di dua propinsi Jawa Barat dan Banten.
Hal tersebut diutarakannya saat sambutannya acara pelantikan perguruan Padjajaran Ranting Mangkubumi yang berlangsung di Kp Pongpok RT 01 RW 01 Cipari Mangkubumi, Sabtu (19/08/2023).
“Alhamdulillah dihari ini dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 telah lahir yayasan Panglawungan Saka Guntur,” kata Abah Anton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesibukannya, Abah Anton menyempatkan hadir dalam kegiatan ini, kebetulan juga dirinya menjadi Dewan pembina di perguruan Gagak Lumayung.
Abah Anton menyebut, kesibukannya bukan hanya di Tasikmalaya tapi juga Internasional, bukan semata penggiat budaya yang cinta terhadap budaya tapi bentuk kecintaan itu seperti apa jangan sekedar Bringka – Bringki ( Bring kaditu Bring kadieu) tapi harus jelas dengan bukti yang nyata.
“Saya sagat mensupport kegiatan ini , makanya kemarin pas acara 17 Agustusan yang bertempat di Batu Mahpar, isu yang dibahas Jabar Banten, karena ada yang mau membelah, padahal berbicara budaya dua propinsi tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Dijelaskannya Abah Anton, salah satu kerajaan pertama di Nusantara yang disebut kerajaan Sunda lahirnya di kabupaten Pandeglang tahun 130 Masehi dan kerajaan Tarumanegara juga lahir di Tatar Banten dan kesininya Galuh Padjajaran.
“Jadi kedua provinsi tersebut tidak bisa dipisahkan, tetapi jangan pisah budaya, dalam kesempatan ini saya pribadi ingin menyatukan kembali kebudayaan Jabar Banten ini,” ungkapnya.
Ki Abah Anton yang juga menjabat Dewan pembina Paguron Jalak Banten Pusat (PJBN) mengatakan, dibawah komunitasnya itu terdapat ranting dengan nama (Kombes) Komunitas Masyarakat Banten Bersatu dan sudah memiliki anggota sampai tingkat desa dari delapan kabupaten.
“Justru keutamaan dalam budaya itu bagaimana kita mampu menciptakan kader kader budaya dari mulai para generasi muda, jadi saya karena merasa orang Sunda dan saya pastikan Sunda belum lengkap kalau tidak bersatu Sunda besar dengan Sunda kecil,” tutur Ki Abah Anton.
Menurutnya, Pulau Bali Sunda ngajadi , dengan demikian Bali harus ditarik ku Sunda, oleh sesungguhnya Bali adalah Sunda Kecil, dan Alhamdulillah pada acara di Karangkamulya orang Bali antusias menghadiri untuk menyatukan spirit.
Dia menegaskan, Nusantara akan jaya ketika Sunda bersatu, Sunda bukan hanya kita saja bukan hanya teritori tetapi sebuah spirit dan budaya yang harus kita satukan makanya Sunda kecil dan Sunda Besar harus bersatu karena makna dari Sunda ini adalah Nusantara.
“Saya menghimbau kepada yang hadir untuk tepat mempertahan Budaya, karena sudah banyak budaya kita yang sudah menjadi dirampas oleh negara lain, seperti Reog Ponorogo , Silat Rendang, tari piring yang secara internasional bukan lagi milik bangsa kita,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan