Ratusan Warga Desa Kedungkelor Demo Menolak Keras Pendirian Pabrik Sepatu 

Minggu, 28 Mei 2023 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal, MNP – Pendirian Pabrik Sepatu milik PT. Adonia Footwear Indonesia yang akan dibangun di Desa Kedungkelor Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal digeruduk warga setempat, Jumat (26/05).

Pasalnya, rencana pendirian pabrik tersebut diduga tidak kantongi ijin. Lantaran itu, ratusan warga dari masing-masing dusun Desa Kedungkelor bersama tokoh masyarakat berdemonstrasi membentangkan beberapa poster atau baliho.

Isinya terkait penolakan keras terhadap pendirian pabrik sepatu yang akan dibangun di Desa Kedungkelor. Warga masyarakat setempat merasa disepelekan oleh pihak Perusahaan Pabrik Sepatu tukas warga.

Dalam aksi demo, mendapatkan pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan seperti, Anggota Polres Tegal, Kodim, juga Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Tegal yang diterjunkan langsung dibeberapa titik, guna mengantisipasi terjadinya tindakan arogansi demonstran.

Namun sayang, dalam aksi demontrasi tersebut belum ada titik temu, karena pihak perusahaan harus menunggu hasil rapat internal oleh pihak perusahaan.

Karena tidak menemukan kesepakatan dan titik temu, akhirnya ratusan pendemo membubarkan diri, mengingat waktunya sudah cukup sore.

Komarudin yang akrab dipanggil Komar sebagai perwakilan warga saat dimintai wawancaranya oleh media di kantor Balai Desa menjelaskan tentang konsultasi publik PT. Adonia Footwear Indonesia/Perusahaan Sepatu.

“Keterkaitan dengan adanya seperti ini adalah mengikuti perkembangan jaman. Adapun nantinya akan dilaksanakan dari perusahaan sepatu, toh secara otomatis membutuhkan tenaga kerja di lingkungan desa ini, maka dari itu saya bersama warga lainya dapat surat undangan resmi dari desa,” kata Komar.

Disisi lain Tokoh Masyarakat yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Edi Suwarso menyampaikan,  semua terus terang menolak keras dan tidak ada kompromi pabrik itu dibangun secara mendadak.

“Masalahnya selama ini belum ada bentuk sosialisasi kepada warga setempat, terangnya.

Padahal dari warga sudah banyak membantu dalam aktifitas demi kelancaran perusahaan. Kendati demikian warga merasa tidak dihargai alias disepelekan oleh pihak perusahaan.

“Maka dari itu kami merasa tergugah banyak warga mengeluhkan tindakan perusahaan yang menurut warga tidak ada sopan santunya atau diduga menurut warga semena mena, ujar Edi Macan.

Menanggapi itu, Kades Kedungkelor Adi Warnoto menyebut, kejadian ini ia anggap sebagai pertemuan awaln(pengenalan) antara masyarakat dengan perusahaan.

“Memang selama ini pihak perusahaan belum ada bentuk kesepakatan apapun,” tukas Kades

Disinggung tentang harapan kesepakatan warga, Adi menerangkan, kesepakantan itu yang jelas nantinya akan ada bentuk yang bisa menimbulkan berdampak positif maupun negatif.

“Itu yang akan dikaji oleh saudara saudara warga Kedungkelor. Yang semuanya juga akan dipelajari oleh pihak perusahaan,” jelas Adi Waronto dengan nada tegas.

Yang jelas pihak Desa Kedungkelor selalu welcome untuk semua yang mau berinvestasi di Desanya. Maka tadi dilakukan pertemuan dengan Candra selaku direktur perusahaan.

“Semuanya itu tidak boleh meninggalkan kearifan lokal. Masyarakat sangatlah penting, masalahnya mereka akan mendapatkan dampak baik positifnya maupun negatifnya,” pungkasnya. (Budi).

Loading

Berita Terkait

Pastikan Dapur Bersih dan Klinik Standar, Ditjenpas Sambangi Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga
Bupati Paris Yasir Buka Rakor TIMPORA, Dorong Sinergi Pengawasan Orang Asing di Jeneponto
Milad IGRA ke-24, Bupati Cecep Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru RA dan Pendidikan Anak Usia Dini
Datangi Kejari Pemalang, Yayasan Cakrawala Minta Transparansi Kasus Dana Hibah Dindikpora 2024
‎Dandim 0611/Garut Pimpin Langsung Olahraga Bersama, Perkuat Soliditas Prajurit
Tolak Jadi Generasi Rapuh! Pemuda Bungursari Dibekali Edukasi Organisasi dan Seni Budaya
Inspektorat Bartim Kebut Hitung Kerugian Negara Kasus Perumdam Tirta Janang, Target Tuntas Desember 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:09 WIB

Pastikan Dapur Bersih dan Klinik Standar, Ditjenpas Sambangi Rutan Kelas I Jakarta Pusat

Selasa, 3 November 2026 - 19:00 WIB

Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga

Selasa, 3 November 2026 - 18:46 WIB

Bupati Paris Yasir Buka Rakor TIMPORA, Dorong Sinergi Pengawasan Orang Asing di Jeneponto

Selasa, 3 November 2026 - 18:41 WIB

Milad IGRA ke-24, Bupati Cecep Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Guru RA dan Pendidikan Anak Usia Dini

Selasa, 3 November 2026 - 17:59 WIB

Datangi Kejari Pemalang, Yayasan Cakrawala Minta Transparansi Kasus Dana Hibah Dindikpora 2024

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ketua AWIBB Jabar Puji Kades Sukamulya, Dobrak Stigma Dinasti Keluarga

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:00 WIB